heroe

Kamis, 31 Januari 2013

Adab-Adab Membaca Al Qur'an


Adab-adab membaca Al Qur'an diantaranya:

1. Memegang mushaf dalam keadaan berwudhu.
Imam Al Aajuri berkata: "Aku menyukai bagi orang yang akan membaca Al Qur'an baik diwaktu siang ataupun malam, membacanya dalam keadaan suci dan bersiwak (menggosok gigi) terlebih dahulu, ini untuk mengagungkan Al Qur'an yang merupakan Kalamullah." (Ahklaq Hamalatil Qur'an : 73)

2. Bersiwak.
Hal ini didasarkan pada riwayat berikut ini, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اْلعَبْدَ إِذَا تَسَوَّكَ ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي قَامَ الْمَلَكُ خَلْفَهُ فَيَسْتَمِعَ لِقِرَاءَتِهِ فَيَدْنُو مِنْهُ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا حَتَّى يَضَعَ فَاهُ عَلَى فِيْهِ فَمَا يَخْرُجُ مِنْ فِيْهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ إِلاَّ صَارَ فِي جَوْفِ الْمَلَكِ فَطَهِّرُوا أَفْوَاهَكُمْ لِلْقُرْآنِ

"Sesungguhnya seorang hamba jika bersiwak kemudian bangun untuk melakukan sholat, maka malaikat akan berdiri dibelakangnya lalu mendengarkan bacaannya, dan malaikat tersebut akan mendekatinya –atau kalimat yang mirip dengannya- lalu menempelkan mulutnya ke mulut orang tersebut,  sehingga tidaklah keluar dari mulut orang itu sesuatu dari (ayat) Al Qur'an melainkan akan masuk kedalam tubuh malaikat tersebut. Maka sucikanlah mulut-mulut kalian ketika akan membaca Al Qur'an." (HR Bazzar :496, lihat Majma' Zawaid 2/99 dan silsilah Ahadits Shahihah Syekh Albani 1/214/215)

3.    Membaca Al Qur'an dengan menghadap qiblat.
4.    Mengawali membaca al Qur'an dengan taawudz dan basmalah.
5.    Membaca Al Qur'an dengan membaguskan suara sebagus mungkin.
6.    Membaca Al Qur'an dengan penuh kekhusyu'an jika perlu hingga menitikkan air mata.


(lihat Kitab kaifa Natadabbarul Qur'an, Fawwaz Ahmad Zamrali : 34-40)

12 Barisan di Akhirat


Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris." (QS An-Naba':18)"
Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris."

Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut.....

Barisan Pertama
Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua
Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketiga
Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Rabu, 26 Desember 2012

Anas bin Malik


 " اللهم ارزقه مالاً وولداً ، وبارك له
Anas bin Malik
Ya Allah berilah dia harta
 dan anak dan berkahilah.( Doa Rosul )

Anas bin Malik sejak  usia belianya telah mendapt talqin dua syahadat dari ibunya Al ghumaisho', sejak itu tumbuhlah kecintaan hatinya yang bersih kepada Rosul saw , bersemangat untuk mendengar langsung darinya, tidak heran kalau kadang telinga lebih awal merindukan dari pada penglihatan. Sudah lama anak kecil ini mendambakan bertemu langsung dengan Rosul  di Makkah atau di Yatsrib sehinga ia dapat bahagia dengan pertemuannya.
Tidak berselang waktu yang lama, Yatsrib dibahagiakan oleh kedatangan Roaulullah dan sahabatnya As Siddiq yang sudah lama di damba-dambakan. Maka tidak satupun keluarga dan hati penduduk Madinah yang tidak berbahagia. Saat itu semua pemuda menyebarkan berita setiap pagi bahwa Rosulullah saw akan tiba di Yatsrib. Anas bin Malik bersama anak-anak yang lain yang berusaha ingin bertemu dengan Rosulullah, namun ketika belum berhasil menemuinya ia sedih.
Pada suatu pagi yang indah yang menyebarkan keharuman, masyarakat berteriak-teriak , bahwa Muhammad dan sahabatnya telah dekat dari kota Madinah, semua orang berusaha menyambut kedatangan Nabi saw.Begitu juaga anak-anak, mereka berlomba-lomba ikut menyambut Rosulullah dengan hati yang diliputi kegembiraan yang meluap-luap dan wajah yang berseri-seri, maka di antara anak-anak itu adalah Anas bin Malik. Sementara para wanita  telah berada di atas rumah mereka, menunggu dan bersaha melihat wajah Rosulullah saw. hati mereka berkata :" Mana yang orangnya yang disebut Rosul ? Sungguh hari itu adalah hari yang bersejarah.Peristiwa ini terus dikenang oleh Anas sampai usianya hampir seratus tahun.
Belum lama Rosul tinggal di Madinah, datanglah seorang wanita  bernama Al Ghumaiso' binti Milhan menemui Rosulullah saw bersama putranya Anas bin Malik, ia berkata :
يا رسول الله .. . لم يبق رجُلٌ ولا امرأةٌ من الأنصار إلا وقد أتحفك بتُحفَةٍ ، وإني لا أجدُ ما أُتحِفُكَ به غير ابني هذا . .. فخُذْهُ ، فليخدمك ما شئت . . .
Wahai Rosul, tidak satupun seorang laki-laki dab perempuab dari Ansor ini, kecuali telah memberi hadiah kepamu, dan sesungguhnya Aku tidak memiliki apa yang dapat baku berika kepadamu kecuali anakku ini….maka ambillah anak ini agar dia dapat membantumu kapan anda mau.

Minggu, 02 Desember 2012

Ikhlas dan urgensi niat dalam setiap perbuatan dan perkataan, Baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi



Penjelasan Rasmul bayan:

Ikhlas dalam niat ,hukum dan keutamaannya: 1.Hukum niat;
  • Niat dalam beramal hukumnya wajib
  • Ikhlas dalam niat syarat diterimanya amal
2.Keutamaan niyat yang ikhlas
  • Manusia dibangkitkan dari kuburnya pada hari kiamat dengan niatnya sewaktu di dunia
  • Ikhlas dalam niat sebanding dengan pahala hijrah
  • Seorang mu'min mendapatkan pahala karena niyatnya sekalipun tidak mengerjakan niatnya itu karena uzur
  • Ditetapkannya pahala karena niat bukan karena amal semata
  • Setiap amalan yang diniatkan untuk beribadah baginya pahala
  • Allah menilai niat yang ada di dalam hati seseorang
  • Yang membedakan satu amal dengan yang lainnya adalah niat
  • Saat menunggu untuk melaksanakan amal salih dihitung sebagai amal saleh
  • Berniat melakukan satu kebaikan ditulis satu kebaikan penuh
  • Beramal dengan ikhlas menjadi sebab dimudahkannya kesulitan 
1. Hukum niat;
a.      Niat dalam beramal hukumnya wajib

Allah swt. berfirman,“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah: 5)
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah. Akan tetapi, ketakwaan kamulah yang dapat mencapainya...” (Al-Hajj: 37)
“Katakanlah, ‘Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu memperlihatkannya, pasti Allah mengetahui.’...” (Ali Imran: 29)