heroe

Tampilkan postingan dengan label muhammad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhammad. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2012

Makna Muhammad SAW sebagai senutup para Nabi


Muqadimah

Ketika kita beriman kepada Nabi Muhammad SAW maka kita akan mengetahui bahwa Risalah beliau SAW adalah risalah yang paling lengkap dan paling sempurna yang pernah diturunkan oleh Sang Pencipta kepada hamba-NYA. Aqidah semua nabi adalah satu yakni Tauhid, tetapi syariah mereka berbeda-beda, maka Muhammad SAW adalah Nabi penutup, risalahnya adalah risalah yang terakhir dan syariatnya akan berlaku hingga akhir zaman, tiada agama yang diridhoi disisi ALLAH SWT kecuali Islam dan tidak ada Nabi yang membawa syariat lain setelah Muhammad SAW.

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا.
“Dan Muhammad SAW itu bukanlah bapak dari salah seorang lelaki diantara kalian, tetapi ia adalah Rasul ALLAH dan Nabi yang terakhir dan adalah ALLAH Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu.” (Al-Ahzab, 33:40)

Imam At-Thabari saat menafsirkan ayat ini berkata: "Muhammad SAW itu bukanlah ayah dari salah seorang lelaki diantara kalian (Zaid bin Haritsah ra, yaitu anak angkat Nabi SAW) melainkan beliau adalah Nabi terakhir, maka tiada lagi Nabi setelah beliau SAW sampai Hari Kiamat dan adalah ALLAH SWT terhadap segala perbuatan dan perkataan kalian Maha Mengetahui.[1]"

Imam Al-Qurthubi berkata ayat ini mengandung 3 hukum Fiqh : "Pertama, saat Nabi SAW menikah dengan Zainab (mantan istri Zaid bin Haritsah ra) orang-orang munafik berkata : Dia (Muhammad) menikahi mantan istri anaknya sendiri, maka ayat ini turun untuk membantah hal tsb. Kedua, bahwa Muhammad SAW adalah Nabi terakhir tiada Nabi sesudahnya yang membawa syariat baru. Ketiga, syariat beliau menyempurnakan syariat sebelumnya sebagaimana sabdanya : Aku diutus untuk "menyempurnakan" akhlak yang mulia, atau sabdanya yang lain : Perumpamaanku dengan nabi sebelumku seperti perumpamaan seorang yang membuat bangunan yang amat indah, tinggal sebuah lubang batu bata yang belum dipasang, maka akulah batu bata tsb dan akulah nabi yang terakhir.[2]"