1. Najis
Najis adalah kotoran yang wajib dibersihkan oleh setiap muslim, dengan mencuci benda yang terkena. Macamnya:
• Air kencing, dan tinja manusia, dan hewan yang tidak halal dagingnya, telah disepakati para ulama. Sedangkan kotoran hewan yang halal dimakan dagingnya maka hukumnya najis menurut madzhab Hanafi dan Syafi’iy, dan suci menurut madzhab Malikiy dan Hanbali
• Madzyi; yaitu air putih lengket yang keluar ketika seseorang sedang berfirki tentang seks dan sejenisnya.
• Wadi; yaitu air putih yang keluar setelah buang air kecil
• Darah yang mengalir. Sedangkan yang sedikit di-ma’fu. Menurut madzhab Syafi’iy darah nyamuk, kutu dan sejenisnya dima’fu jika secara umum dianggap sedikit.
• Anjing dan babi [1]
• Bangkai, kecuali mayat manusia, ikan dan belalang, dan hewan yang tidak berdarah mengalir
2. Menghilangkan najis
Jika ada najis yang mengenai badan, pakaian manusia atau lainnya, maka wajib dibersihkan, jika tidak terlihat maka wajib dibersihkan tempatnya sehingga dugaan kuat najis telah dibersihkan. Sedangkan pembersihan bejana yang pernah dijilat anjing maka wajib dibasuh dengan tujuh kali dan salah satunya dengan debu. (walagha: menjulurkan lidah ke air, atau benda cair lainnya).
Sedangkan sentuhan anjing dengan fisik manusia, maka tidak membutuhkan pembersihan melebihi cara pembersihan yang biasa[2]. Sedang najis cedikit yang tidak memungkinkan dihindari maka hukumnya dimaafkan, demikianlah hukum sedikit darah, dan muntahan. Diringankan pula hukum air kencing bayi yang belum makan makanan, maka hanya cukup dengan diperciki air.
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 Agustus 2013
Senin, 29 Juli 2013
7 Faktor penghambat do'a tidak segera dikabulkan
Suatu kali Saad bin Abi Waqas datang menghadap kepada Rasulullah saw. Sudah lama Saad bermunajat kepada Allah, namun keinginannya itu tak kunjung dikabulkan. Dengan hati nelangsa, Saad menghadap kepada Rasulullah melaporkan kegundahan hatinya. "Ya, Rasulullah saw, aku telah berdo'a, tetapi tak kunjung dikabulkan juga," katanya, "adakah gerangan yang salah?" Rasulullah pun menjawab, "Hai Saad, hindarkanlah makanan haram. Ketahuilah, setiap perut yang diisi dengan sesuatu yang haram, sekalipun hanya sesuap nasi, maka doanya ditolak selama 40 hari."
Di lain kesempatan seorang mengadu kepada ahlul hikmah tentang permasalahan yang sama. Orang terakhir ini nampaknya hafal dengan dalil-dalil. Kepada ahlul hikmah tersebut dia berkata, "Wahai Ahlul Hikmah, kenapa do'a kami tidak kunjung dikabulkan, bukankah Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, pasti Aku kabulkan", katanya, sembari mengutip surat Al Mu'min ayat 60. Si ahli hikmah menjawab dengan rinci apa yang menjadi sumbatan doanya itu dengan berkata, "Ada 7 faktor penghambat yang selama ini kau melakukannya, yaitu:
Di lain kesempatan seorang mengadu kepada ahlul hikmah tentang permasalahan yang sama. Orang terakhir ini nampaknya hafal dengan dalil-dalil. Kepada ahlul hikmah tersebut dia berkata, "Wahai Ahlul Hikmah, kenapa do'a kami tidak kunjung dikabulkan, bukankah Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, pasti Aku kabulkan", katanya, sembari mengutip surat Al Mu'min ayat 60. Si ahli hikmah menjawab dengan rinci apa yang menjadi sumbatan doanya itu dengan berkata, "Ada 7 faktor penghambat yang selama ini kau melakukannya, yaitu:
Selasa, 11 Juni 2013
Rahasia Sukses
Saudaraku rahasia kesuksesan dengan 7B kalau dipakai Insya Allah sukses diri akan pula berperan menyukseskan orang lain, manfaat dunia, manfaat akherat Kalau tahapan ini dilakukan dengan baik Insya Allah kita akan bangkit ! lingkungan bangkit ! Indonesia akan bangkit !
1. Beribadah dengan benar.
Jika hidup tanpa ibadah yang benar ibarat hidup tanpa pondasi, bangunan tanpa pondasi akan roboh Dengan beribadah dengan benar Insya Allah akan membuat kita semakin tawadhu dan kokoh kepada Allah
2. Berakhlak Baik.
Ibadah bagus siang malam, tapi selesai sholat mulut kotor, tidak jujur, apalah artinya ibadah ,kalau tidak dibarengi akhlak baik.
Senin, 04 Maret 2013
Tidak Boleh Mencela Orang Tua Dengan Mencela Orang tua orang
Nash hadits dan
penjelasannya :
عن
عبد الله بن عمرو بن العاص ـ رضي الله عنهما ـ قال : قال رسول الله ـ صلى الله
عليه وسلم ـ : " إن من أكبر الكبائر أن يلعن الرجل والديه . قيل : يا رسول
الله ، وكيف يلعن الرجل والديه ؟ قال : يسب الرجل أبا الرجل ، فيسب أباه ، ويسب
أمه ، فيسب أمه " . رواه البخار ، ومسلم ، وأبو داود ، والترمذي .
Dari Abdullah bin amr bin
ash,ra.berkata : Rasullah saw bersabda : sesungguhnya diantara dosa-dosa besar
adalah melaknat seseorang kepada kepada kedua orang tuanya.ditanya rasulullah :
ya rasulullah saw,bagaimana seseorang melaknat kedua orang tuanya ? rasulullah
saw menjawab :mencaci maki seseorang kepada bapaknya orang lain,maka orang lain
itu mencaci maki kepada bapaknya orang itu,dia mencaci maki kepada ibunya orang
lain,maka orang lain itu mencaci maki kepada ibunya.(HR. Bukhori, Muslim, Abu daud
dan Tirmidzi).
Kamis, 28 Februari 2013
Keutamaan Do'a
1. Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)
2. Do'a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la)
3. Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharah dan berdoa. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Penjelasan:
Yakni berdoa atau mohon kepada Allah untuk hal-hal yang tidak mungkin dikabulkan karena berlebih-lebihan atau untuk sesuatu yang tidak halal (haram).
4. Do'a seorang muslim untuk kawannya yang tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad)
5. Jangan mendo'akan keburukan (mengutuk) dirimu atau anak-anakmu atau pelayan-pelayanmu (karyawan-karyawanmu) atau harta-bendamu, (karena khawatir) saat itu cocok dikabulkan segala permohonan dan terkabul pula do'amu. (Ibnu Khuzaimah)
6. Rasulullah Saw ditanya, "Pada waktu apa do'a (manusia) lebih didengar (oleh Allah)?" Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Pada tengah malam dan pada akhir tiap shalat fardhu (sebelum salam)." (Mashabih Assunnah)
7. Do'a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah). (HR. Ahmad)
Rabu, 27 Februari 2013
Jumat, 22 Februari 2013
CEROBOH ATAU KURANG PERHITUNGAN (LALAI)

Kisah kawan yang baru pulang dari Timur Tengah, dengan penuh keceriaan dan
bangga memperlihatkan oleh-oleh yang katanya barang elektronik langka dan tidak
ada di Indonesia. Sudah sangat terbayang dibenaknya selama perjalanan untuk
mempergunakan alat canggih dan mahal ini, maka sesampainya di rumah sebelum
melakukan apapun segera saja dibuka bungkusnya untuk dioperasikan secepatnya.
Dengan diiringi uraian panjang lebar tentang keutamaan alat ini maka segeralah
kabel listriknya dipasang. Tunggu punya tunggu kenapa tidak jalan seperti
semestinya, bahkan beberapa saat kemudian tercium bau khusus, ya bau khusus
kabel terbakar dan benar saja asap pun segera menghiasi alat baru tersebut.
Walhasil selain kaget, sedih, kecewa. Tentu saja sangat rugi uang, waktu, dan
tenaga mengangkut dari jauh ribuan kilo meter, hanya dalam bilangan detik saja
menjadi sampah tak berguna karena kecerobohan lupa merubah voltase listriknya.
Kisah kawan yang baru pulang dari Timur Tengah, dengan penuh keceriaan dan
bangga memperlihatkan oleh-oleh yang katanya barang elektronik langka dan tidak
ada di Indonesia. Sudah sangat terbayang dibenaknya selama perjalanan untuk
mempergunakan alat canggih dan mahal ini, maka sesampainya di rumah sebelum
melakukan apapun segera saja dibuka bungkusnya untuk dioperasikan secepatnya.
Dengan diiringi uraian panjang lebar tentang keutamaan alat ini maka segeralah
kabel listriknya dipasang. Tunggu punya tunggu kenapa tidak jalan seperti
semestinya, bahkan beberapa saat kemudian tercium bau khusus, ya bau khusus
kabel terbakar dan benar saja asap pun segera menghiasi alat baru tersebut.
Walhasil selain kaget, sedih, kecewa. Tentu saja sangat rugi uang, waktu, dan
tenaga mengangkut dari jauh ribuan kilo meter, hanya dalam bilangan detik saja
menjadi sampah tak berguna karena kecerobohan lupa merubah voltase listriknya.
Jumat, 08 Februari 2013
Lisanpun Bisa Berbisa
Pepatah terkenal mengatakan, “Mulutmu adalah
harimaumu.” Gara-gara perkataan keluar tanpa difikirkan, justru mengakibatkan
kerugian. Kasus ini bisa kita contoh pada kerusuhan di Batam baru-baru ini.
Kerusuhan yang melibatkan ribuan buruh PT Drydocks World Graha beberapa waktu
lalu, ditengari akibat ucapan bernada rasis oleh seorang pekerja asing asal
India.
Ketajaman lidah melebihi mata pedang. Banyak orang celaka karena tidak dapat
menjaga lidahnya. Namun tak sedikit pula orang yang mulia, dihormati, disegani
dan dipercaya karena lidahnya. Golongan ini karena mampu mencegah dan mengatasi
bahaya yang ditimbulkan oleh lisannya.
Sudah telah banyak dicontohkan di hadapan kita semua. Betapa banyak bencana
atau musibah yang ditimbulkan akibat lisan seseorang. Seseorang bisa
melakukan pembunuhan hanya karena sebuah kata-kata yang dinilai menghina.
Sabtu, 13 Oktober 2012
Tafakur Tentang Udara, lautan dan kehidupan
Udara dan
Kehidupan
Tanya:
Apa pentingnya udara bagi kehidupan kita?
Jawab:
Tutuplah hidung dan mulut anda barang semenit atau dua menit, saat itulah kita
mengetahui betapa pentingnya udara bagi hidup anda, karena udara mengandung
oksigen yang anda butuhkan. Anda tahu bahwa tanpa udara semua manusia akan mati
dalam beberapa menit saja, begitu pula dengan hewan yang menghirup udara.
Renungkanlah! Mampukah anda hidup beberapa menit saja tanpa udara yang
merupakan nikmat Allah swt? Renungkanlah, sudahkah anda melaksanakan kewajiban
mensyukuri nikmat ini kepada Allah swt?
Tanya:
Adakah manfaat lain dari udara?
Jawab: Tentu
saja.
- Atmosfir udara membentuk cover yang melindungi bumi seperti tameng bagi penduduk bumi dari benda-benda angkasa (seperti meteor atau komet) yang mengarah ke bumi, berjuta-juta banyaknya setiap hari. Kepekatan udara secara sempurna mampu membakar benda-benda langit tersebut sebelum ia sampai ke permukaan bumi. Bila tidak ada lapisan udara ini, benda-benda langit itu pasti sedah membakar banyak kota, dan kampung-kampung. Lapisan ozon yang mengelilingi bumi dalam rentang beberapa mil berfungsi melindungi bumi dari radiasi sinar yang mematikan atau membahayakan makhluk di bumi.
Langganan:
Postingan (Atom)


