heroe

Tampilkan postingan dengan label Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Allah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2014

Tipu Daya Setan

Oleh Adian Husaini

“Dan demikianlah Kami jadikan untuk setiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (QS al-An’am:11)

Prof. Hamka, dalam Tafsir al-Azhar, membuat uraian menyangkut ayat tersebut:
“Seorang Rasul diutus Allah untuk menyeru manusia menempuh Shirathal Mustaqim, jalan yang lurus. Maka segala syaitan-syaitan manusia dan jin itu menyusun pula kata-kata yang penuh tipu daya untuk membelokkan perhatian orang daripada jalan yang lurus itu. Mereka mencoba manggariskan jalan yang lain, memujikan, mempropagandakan supaya orang merasa bahwa yang mereka kemukakan itulah yang benar. Inilah tipudaya! Karena kalau sudah diselidiki kelak dengan seksama, akan ternyata bahwa rencana yang mereka kemukakan itu hanya semata-mata zukhrufal-qauli, yaitu kata-kata yang dihiasi. Zukhruf artinya perhiasan, lebih besar bungkusnya daripada isinya, reklame yang kosong penuh tipu.” (Hamka, Tafsir al-Azhar, Juzu’ VIII).
Kita ingat, bahwa setelah terusir dari surga, Iblis kemudian bertekad bulat untuk menyesatkan sebanyak-banyaknya manusia. Salah satu caranya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur`an adalah menghiasi (mengemas) kebathilan menjadi sesuatu yang indah, sehingga menarik perhatian manusia untuk mengikutinya.

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka.” (QS. al-Hjir: 39).

Tentu, peringatan Allah SWT dalam al-Qur`an ini wajib kita camkan. Hidup di era globalisasi dan kebebasan informasi mengharuskan kita bekerja keras untuk mampu menyaring dan menilai, mana informasi yang benar dan mana informasi bikinan para setan. Sebab, betapa banyaknya orang tertipu dengan kata-kata indah tetapi salah dan menyesatkan.

Senin, 29 Juli 2013

7 Faktor penghambat do'a tidak segera dikabulkan

Suatu kali Saad bin Abi Waqas datang menghadap kepada Rasulullah saw. Sudah lama Saad bermunajat kepada Allah, namun keinginannya itu tak kunjung dikabulkan. Dengan hati nelangsa, Saad menghadap kepada Rasulullah melaporkan kegundahan hatinya. "Ya, Rasulullah saw, aku telah berdo'a, tetapi tak kunjung dikabulkan juga," katanya, "adakah gerangan yang salah?" Rasulullah pun menjawab, "Hai Saad, hindarkanlah makanan haram. Ketahuilah, setiap perut yang diisi dengan sesuatu yang haram, sekalipun hanya sesuap nasi, maka doanya ditolak selama 40 hari."

Di lain kesempatan seorang mengadu kepada ahlul hikmah tentang permasalahan yang sama. Orang terakhir ini nampaknya hafal dengan dalil-dalil. Kepada ahlul hikmah tersebut dia berkata, "Wahai Ahlul Hikmah, kenapa do'a kami tidak kunjung dikabulkan, bukankah Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, pasti Aku kabulkan", katanya, sembari mengutip surat Al Mu'min ayat 60. Si ahli hikmah menjawab dengan rinci apa yang menjadi sumbatan doanya itu dengan berkata, "Ada 7 faktor penghambat yang selama ini kau melakukannya, yaitu:

Jumat, 12 April 2013

Bacaan Doa Sholat Dhuha Serta Keutamaannya

Doa Sholat Dhuha


Sedang belajar sholat dhuha? Kurang lengkap rasanya kalau anda belajar solat duha tapi tidak belajar bacaan doa setelahnya. Pada kesempataan kali ini saya akan berbagi doa setelah sholat dhuha, bagaimana bacaannya yuk kita simak disini.

Berikut doa setelah sholat dhuha seperti yang dicontohkan Rasulullah:
اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ

Kamis, 28 Februari 2013

Keutamaan Do'a


1. Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)


2. Do'a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la)

3. Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharah dan berdoa. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Penjelasan:
Yakni berdoa atau mohon kepada Allah untuk hal-hal yang tidak mungkin dikabulkan karena berlebih-lebihan atau untuk sesuatu yang tidak halal (haram).

4. Do'a seorang muslim untuk kawannya yang tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad)

5. Jangan mendo'akan keburukan (mengutuk) dirimu atau anak-anakmu atau pelayan-pelayanmu (karyawan-karyawanmu) atau harta-bendamu, (karena khawatir) saat itu cocok dikabulkan segala permohonan dan terkabul pula do'amu. (Ibnu Khuzaimah)

6. Rasulullah Saw ditanya, "Pada waktu apa do'a (manusia) lebih didengar (oleh Allah)?" Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Pada tengah malam dan pada akhir tiap shalat fardhu (sebelum salam)." (Mashabih Assunnah)

7. Do'a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah). (HR. Ahmad)

Selasa, 05 Februari 2013

Dahsyatnya Jihad Harta!


Untuk mencapai cita-cita, Yahudi mendirikan lembaga dana. Tapi untuk mendukung Palestina, kita enggan mengeluarkan harta!

Ketika Hamas memenangkan Pemilu tahun 2006 lalu di Palestina, Amerika dan negara-negara Eropa melakukan pemboikotan besar-besaran dana ke Palestina. Rakyat Palestina kelaparan dan pemerintah Palestina yang dikuasai Hamas saat itu, sibuk ke sana kemari mencari dana bantuan alternatif ke negara-negara Timur Tengah.

Di tengah-tengah kondisi ekonomi yang morat-marit itulah kemudian Amerika mendukung salah satu faksi di Palestina untuk "mengkudeta pemerintahan resmi Hamas".  Dan terjadilah pertempuran berdarah antara Hamas dan Fatah.  Kini Fatah menguasai wilayah Tepi Barat dan Hamas menguasai sepenuhnya Gaza.  Palestina jadi terbelah.

Kamis, 31 Januari 2013

Membaca Ayat-ayat Kauniyah (QS. Adz Dzariyat 20-21)

KURMA  ( Phoenik dactylifera )

Buah ini banyak memiliki zat-zat yang dibutuhkan tubuh manusia untuk stamina ( daya tahan tubuh ). Kurma memiliki 60 % Zat Gula, 2.5 % Zat Asam, 2.5 % Zat Minyak,  33 % Zat Garam, 1.8 – 2.0 % Protein, dll.
Susu dan Kurma adalah pasangan yang cocok karena berfungsi mengaktifkan alat pencernaan juga meningkatkan kinerja usus, artinya dengan makan Kurma kita bisa menghindari gangguan sakit perut dan diare, bahkan dengan mengkonsumsi susu + kurma setiap pagi ( sahur ) bisa menambah ketenangan jiwa ( dengan terpenuhinya gizi dalam tubuh dalam syara’ dengan istilah mendapat barokah dalam makanan ini ), mencegah pusing, menghilangkan lemah otot, malas dan meningkatkan gairah sex.

Kurma juga sangat baik dalam pertumbuhan otak pada Anak,  menajamkan pikiran / daya ingat sama halny dengan kismis.

Kenapa demikian? karena buah ini juga mengandung Zat Besi, Kapur, Fosfor, Belerang, Potasium, Magnesium, Kalsium, Magan dan Tembaga. Kandungan Kalsium dan Zat Besi membantu terbentuknya ASI bagi ibu-ibu menyusui dan Zat ini sangat bermanfaat bagi ibu rumah tangga yang masih lemah selepas melahirkan untuk memulihkan staminanya.

Rumahku Syurgaku


Baiti Jannati, begitu Rasulullah mengilustrasikan kehidupan rumah tangga beliau yang penuh dengan keharmonisan, kebahagiaan, ketenangan, sakinah, mawaddah, dan rahmah. Rumah tangga yang dibangun bukan atas pondasi syahwat terhadap kecantikan, harta, pangkat, jabatan serta pesona dunia lainnya. Tapi sebuah keluarga yang dibangun karena ketaatan kepada Allah. Sampai akhir zaman keluarga beliau merupakan rujukan utama bagi mereka yang mendambakan syurga dunia.


Syurga dunia itu hanya dapat diwujudkan oleh pasangan laki-laki sholeh dan wanita sholehah, yang memahami betul kewajiban masing-masing untuk saling berbagi, mengokohkan kelebihan, dan menutupi segala kekurangan masing-masing. Keikhlasan kita menerima pasangan apa adanya, baik itu fisik, intelektual, ekonomi, keturunan, dan sebagainya, karena kita bukanlah Muhammad yang sempurna, Yusuf yang tampan, Umar bin Khatab yang gagah perkasa, Mush’ab Bin Umair yang serba kecukupan, Salman Al-farisi yang ahli strategi, Abdurahman Bin ‘Auf yang ahli ibadah.

Jangan juga bermimpi dan meninggikan diri, karena kita bukanlah Khadijah yang kaya raya, Aisyah yang cendikiawan, Fatimah yang tabah dan putri seorang pemimpin besar, Ratu Balqis yang cantik jelita, Asma binti Yazid yang kritis dan cerdas, Hafshah binti Umar yang ahli ibadah. Kita hanyalah manusia biasa, yang berusaha memadukan dua unsur menjadi sebuah kekuatan, yang dengannya kita mengharapkan keridhoan dari Allah, mengikuti sunnah Rasulullah, sumber investasi abadi, serta meneguhkan langkah.

Adab-Adab Membaca Al Qur'an


Adab-adab membaca Al Qur'an diantaranya:

1. Memegang mushaf dalam keadaan berwudhu.
Imam Al Aajuri berkata: "Aku menyukai bagi orang yang akan membaca Al Qur'an baik diwaktu siang ataupun malam, membacanya dalam keadaan suci dan bersiwak (menggosok gigi) terlebih dahulu, ini untuk mengagungkan Al Qur'an yang merupakan Kalamullah." (Ahklaq Hamalatil Qur'an : 73)

2. Bersiwak.
Hal ini didasarkan pada riwayat berikut ini, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اْلعَبْدَ إِذَا تَسَوَّكَ ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي قَامَ الْمَلَكُ خَلْفَهُ فَيَسْتَمِعَ لِقِرَاءَتِهِ فَيَدْنُو مِنْهُ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا حَتَّى يَضَعَ فَاهُ عَلَى فِيْهِ فَمَا يَخْرُجُ مِنْ فِيْهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ إِلاَّ صَارَ فِي جَوْفِ الْمَلَكِ فَطَهِّرُوا أَفْوَاهَكُمْ لِلْقُرْآنِ

"Sesungguhnya seorang hamba jika bersiwak kemudian bangun untuk melakukan sholat, maka malaikat akan berdiri dibelakangnya lalu mendengarkan bacaannya, dan malaikat tersebut akan mendekatinya –atau kalimat yang mirip dengannya- lalu menempelkan mulutnya ke mulut orang tersebut,  sehingga tidaklah keluar dari mulut orang itu sesuatu dari (ayat) Al Qur'an melainkan akan masuk kedalam tubuh malaikat tersebut. Maka sucikanlah mulut-mulut kalian ketika akan membaca Al Qur'an." (HR Bazzar :496, lihat Majma' Zawaid 2/99 dan silsilah Ahadits Shahihah Syekh Albani 1/214/215)

3.    Membaca Al Qur'an dengan menghadap qiblat.
4.    Mengawali membaca al Qur'an dengan taawudz dan basmalah.
5.    Membaca Al Qur'an dengan membaguskan suara sebagus mungkin.
6.    Membaca Al Qur'an dengan penuh kekhusyu'an jika perlu hingga menitikkan air mata.


(lihat Kitab kaifa Natadabbarul Qur'an, Fawwaz Ahmad Zamrali : 34-40)

Minggu, 02 Desember 2012

Ikhlas dan urgensi niat dalam setiap perbuatan dan perkataan, Baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi



Penjelasan Rasmul bayan:

Ikhlas dalam niat ,hukum dan keutamaannya: 1.Hukum niat;
  • Niat dalam beramal hukumnya wajib
  • Ikhlas dalam niat syarat diterimanya amal
2.Keutamaan niyat yang ikhlas
  • Manusia dibangkitkan dari kuburnya pada hari kiamat dengan niatnya sewaktu di dunia
  • Ikhlas dalam niat sebanding dengan pahala hijrah
  • Seorang mu'min mendapatkan pahala karena niyatnya sekalipun tidak mengerjakan niatnya itu karena uzur
  • Ditetapkannya pahala karena niat bukan karena amal semata
  • Setiap amalan yang diniatkan untuk beribadah baginya pahala
  • Allah menilai niat yang ada di dalam hati seseorang
  • Yang membedakan satu amal dengan yang lainnya adalah niat
  • Saat menunggu untuk melaksanakan amal salih dihitung sebagai amal saleh
  • Berniat melakukan satu kebaikan ditulis satu kebaikan penuh
  • Beramal dengan ikhlas menjadi sebab dimudahkannya kesulitan 
1. Hukum niat;
a.      Niat dalam beramal hukumnya wajib

Allah swt. berfirman,“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah: 5)
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah. Akan tetapi, ketakwaan kamulah yang dapat mencapainya...” (Al-Hajj: 37)
“Katakanlah, ‘Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu memperlihatkannya, pasti Allah mengetahui.’...” (Ali Imran: 29)

Sabtu, 17 November 2012

Hukum Sholat (Part 3-Finish)

PEMBAHASAN LAIN-LAIN TENTANG SHALAT
Pertama: SHALAT BERJAMA’AH

A.    Fadhilah dan Hikmahnya
عَن عبد الله بن عُمر رضي الله عنهما، أنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «صلاةُ الجماعة أفضلُ من صَلاةِ الفَذِّ - أي الفَرد - بِسبعٍ وعِشرين دَرجة». متفق عليه
Dari Abdullah bin Umar ra, bahwasannya Rasulullah saw bersabda: Shalat berjamaah itu leih utama dari shalat sendiri dengan dua puluh tujuh derajat. Muttafaq alaiah.

  1. Fardhu Ain menurut Imam Ahmad bin Hanbal, Al Uza’iy, dan Zhahiriyah. Berdasarkan hadits imam muslim dari Abu Hurairah ra berkata:
: أتى النبيَّ صلى الله عليه وسلم رَجلٌ أعمى؛ قال: يا رَسول الله، لَيس لي قائِدٌ يَقودني إلى المسجد، وسأله أن يُرخِّص له، فَرخَّص له، فَلما وَلّى دَعاه فَقال: « هل تَسمَعُ النِّداء؟ » قال: نَعم، قال: «فَأجِب
Seorang lelaki buta menemui Rasulullah saw dan berkata: Ya Rasulallah saya tidak memiliki penuntun yang bisa menuntunku ke masjid” ia meminta keringanan kepada Rasulullah saw, lalu Rasulullah memberinya keringanan. Kemudian ketika orang itu kembali, Rasulullah memanggilnya dan bertanya: “Apakah kamu masih mendengar panggilan adzan?” ia menjawab: Ya. Sabda Nabi: Kalau begitu, maka penuhilah panggilan itu!.

Sabtu, 10 November 2012

Hukum Sholat (part 2)


11. MACAM SHALAT

Kedua : Shalat Jum’at
  1. Hukumnya
Shalat jum’at hukumnya fardhu ‘ain, seperti dalam firman Allah: QS Al Jum’ah: 9

Juga sabda Rasulullah saw. 
« لَقد هَمَمتُ أن آمُرَ رجلاً يصلي بالنّاس، ثم أُحرّق على رجالٍ يتخلَّفون عَن الجُمعة بيوتَهم » رواه أحمد ومُسلم،
Sungguh aku bermaksud untuk menyuruh seseorang shalat bersama kaum muslimin, kemudian aku membakar rumah orang-orang yang tidak ikut melaksanakan shalat jum’at. HR Ahmad, dan Muslim
Sabda Nabi yang lain: 
« لَينتهيَنَّ أقوامٌ عن وَدعِهم الجُمُعات - أي تَركِهم - أو ليختِمَنَّ الله على قُلوبهم، ثم لَيكونُنَّ من الغَافِلين »، رواه مسلم والنسائي وأحمد.
Kaum itu mau meninggalkan (pekerjaannya) untuk shalat jum’at, atau Allah akan kunci mati hati mereka, kemudian menjadi orang-orang yang lalai. HR Muslim, An Nasa’iy dan Ahmad.
Rasulullah mengancam orang yang meninggalkannya dengan bersabda:
« مَنْ تَرك ثَلاثَ جُمعٍ تَهاوناً طَبع الله على قَلْبه »، رواه أصحاب السنن والحاكم.
Barang siapa yang meninggalkan tiga shalat jum’at karena meremehkannya, maka Allah akan mengunci mati hatinya. HR Ashabussunan dan Al Hakim.

  1. Siapa Yang Berkewajiban
-          Shalat wajib bagi setiap muslim yang berakal, baligh, muqim (tidak musafir) dan mampu berjalan.
-          Shalat jum’at tidak wajib bagi wanita, anak-anak, orang sakit yang membahayakan kalu ikut jum’atan, perawat yang tidak dapat meninggalkan pasiennya,[1] musafir, orang yang dalam ketakutan, orang yang terhalang hujan lebat, atau gangguan keamanan.[2]
-          Ketika orang yang tidak berkewajiban jum’at melaksanakannya, maka sah shalatnya dan tidak berkewajiban shalat zhuhur.

  1. Waktu dan Syaratnya

Selasa, 30 Oktober 2012

ILMU TAUHID

Ta’rif, ruang lingkup, kedudukannya di antara ilmu lainnya, kewajiban mempelajarinya, Al Qur’an adalah kitab tauhid terbesar, perhatian kaum muslimin terhadap ilmu tauhid



Keterangan Skema:
Ilmu Tauhid:
  1. Makna ilmu tauhid : ilmu yang membahas pengokohan keyakinan-keyakinan agama Islam dengan dalil-dalil naqli maupun aqli yang pasti kebenarannya sehingga dapat menghilangkan semua keraguan.
  2. Bidang Pembahasan ilmu tauhid : 6 rukun iman
  3. Kedudukannya: ilmu yang paling mulia, karena:
    1. Temanya paling mulia : Allah swt Pencipta alam semesta
    2. Manfaatnya paling mulia: kebahagiaan dunia dan akhirat
  4. Hukum mempelajarinya:
    1. Agar memiliki keyakinan tentang kebenaran Islam : fardhu ‘ain
    2. Lebih dari itu : fardhu kifayah
  5. Al-Qur’an adalah kitab tauhid terbesar
  6. Sikap ummat Islam terhadap tauhid:
    1. Penuh perhatian : kemuliaan dan kepemimpinan
    2. Mengabaikan : kehinaan dan kekalahan

Rabu, 24 Oktober 2012

TASAWUF: Ditengah Derasnya Aliran Keagamaan

Maraknya pemberitaan belakangan ini terkait dengan aliran kepercayaan hingga sampai pada fatwa suatu kepercayaan dianggap sesat dan menyesatkan merupakan bagian dari problematika persoalan umat Islam kontemporer dewasa ini. Tidak hanya yang terjadi di kalangan umat Islam Indonesia, namun hampir bisa dikatakan meliputi umat Islam secara global. Walaupun sebenarnya isu mengenai aliran kepercayaan bukan merupakan persoalan yang baru bagi kehidupan masyarakat dalam hal ini umat Islam, bahkan ada yang berkesimpulan dengan beragamnya metode keagamaan yang ada merupakan bagian dari khasanah pemikiran Islam dari kehidupan umat Islam dari masa kemasa.

Namun, menjadi menarik ketika persoalan terkait hal ini muncul pada saat sekarang ini. Dimana tantangan jaman terus berubah pesat yang cenderung menyeret manusia kearah kehidupan yang hedonis, materialistis, dan logis hingga menuntut manusia untuk merespon perubahan tersebut. Beragam cara dan bentuk reaksi dalam menyikapi perubahan ini merupakan hal yang sudah dianggap wajar dan lumrah bagi manusia-manusia yang memiliki mainset terbuka, sehingga mereka mampu bersikap khusnuzhan, toleran bahkan responsif dengan mencari solusi yang paling tepat dari berbagai persoalan yang ada dengan tetap berpegang pada nilai-nilai universal yang terkandung dalam ajaran islam munaqasheed asyari’ah. Namun perubahan yang ada menjadi sesuatu yang mengerikan, menakutkan, menegangkan, bagi orang-orang yang memiliki mainset tertutup terhadap perubahan zaman yang tidak dapat dielakan ini. Hingga mengesankan anti terhadap perubahan. Belum lagi ditambah dengan fanatisme serta pemahaman keagamaan yang sempit, maka mereka pun cenderung lebih mengedepankan sikap suudzhan, antipati, emosional, yang berujung pada tindakan kekerasan, anarkisme dan permusuhan.

Hukum Shalat (part 1)


1. HUKUM, DAN KEUTAMAAN SHALAT SERTA HUKUM ORANG YANG MENINGGALKANNYA
Shalat adalah atau dari lima rukun Islam. Shalat merupakan tiang agama yang tidak akan tegak tanpanya. Shalat adalah ibadah pertama yang Allah wajibkan. Shalat adalah amal pertama yang diperhitungkan di hari kiamat. Shalat adalah wasiat terakhir Rasulullah saw kepada ummatnya ketika hendak meninggalkan dunia. Shalat adalah ajaran agama yang terakhir ditinggalkan.
Allah swt menyuruh memelihara shalat setiap saat, ketika mukim atau musafir, saat aman atau ketakutan. Firman Allah:
Peliharalah segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu`Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui..(QS. 238-239)

Sebagaimana Allah telah menjelaskan cara shalat di waktu perang, yang menegaskan bahwa shalat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi yang paling genting. Firman Allah: 
Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu. Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka`at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu. Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An Nisa:101-103)

Sabtu, 13 Oktober 2012

Tafakur Tentang Udara, lautan dan kehidupan

Udara dan Kehidupan

Tanya: Apa pentingnya udara bagi kehidupan kita?
Jawab: Tutuplah hidung dan mulut anda barang semenit atau dua menit, saat itulah kita mengetahui betapa pentingnya udara bagi hidup anda, karena udara mengandung oksigen yang anda butuhkan. Anda tahu bahwa tanpa udara semua manusia akan mati dalam beberapa menit saja, begitu pula dengan hewan yang menghirup udara. Renungkanlah! Mampukah anda hidup beberapa menit saja tanpa udara yang merupakan nikmat Allah swt? Renungkanlah, sudahkah anda melaksanakan kewajiban mensyukuri nikmat ini kepada Allah swt?

Tanya: Adakah manfaat lain dari udara?
Jawab: Tentu saja.
  1. Atmosfir udara membentuk cover yang melindungi bumi seperti tameng bagi penduduk bumi dari benda-benda angkasa (seperti meteor atau komet) yang mengarah ke bumi, berjuta-juta banyaknya setiap hari. Kepekatan udara secara sempurna mampu membakar benda-benda langit tersebut sebelum ia sampai ke permukaan bumi. Bila tidak ada lapisan udara ini, benda-benda langit itu pasti sedah membakar banyak kota, dan kampung-kampung. Lapisan ozon yang mengelilingi bumi dalam rentang beberapa mil berfungsi melindungi bumi dari radiasi sinar yang mematikan atau membahayakan makhluk di bumi.

Kamis, 04 Oktober 2012

Makna illah











Penjelasan Rasmul Bayan

1.       Aliha.
· Mereka tenteram kepadanya (sakana ilaihi) iaitu ketika ilah tersebut diingat-ingat olehnya, ia merasa senang dan manakala mendengar namanya disebut atau dipuji orang ia merasa tenteram.
·  Merasa dilindungi oleh-Nya (istijaaro bihi), karena ilah tersebut dianggap memiliki kekuatan ghaib yang mampu menolong dirinya dari kesulitan hidup.
· Merasa selalu rindu kepadanya (assyauqu ilaihi), ada keinginan selalu bertemu dengannya, samada berterusan atau tidak.  Ada kegembiraan apabila bertemu dengannya.
· Merasa cinta dan cenderung kepadanya (wull’a bihi).  Rasa rindu yang menguasai diri menjadikannya mencintai ilah tersebut, walau bagaimanapun keadaannya.  Ia selalu beranggapan bahawa pujaannya memiliki kelayakan dicintai sepenuh hati.

Dalil :

· Perkataan orang Arab : “saya merasa tenteram kepadanya”, “si fulan meminta perlindungan kepadanya”, “si fulan merasa rindu kepadanya”, “anak itu cenderung kepada ibunya”.

· Q.10:7-8, manusia yang mengilahkan kehidupan dunia merasa tenteram dengan hidup dunia.
" Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (Tidak percaya akan) pertemuan dengan kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami,
Mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan."

·  Q.7:138, bani Israel yang bodoh menghendaki adanya ilah yang dapat menenteramkan hati mereka.
"Dan kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu[562], Maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah Tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa Tuhan (berhala)". Musa menjawab: "Sesungguh-nya kamu Ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)".

·  Q.72:6, manusia memperilah jin dengan meminta perlindungan kepadanya. 
"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan[1523] kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan."

· Q.36:74-75, orang-orang musyrik mengambil pertolongan dari selain Allah padahal semuanya tidak dapat menolong kita:

"Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala- berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka."

Sabtu, 08 September 2012

Tafsir Surat AN NAS

NASH SURAT AL-NÂS, TERJEMAHNYA, DAN TAFSIR versi DEPAG RI

Terjemah:

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
6. Dari (golongan) jin dan manusia.





RASM AL-BAYÂN




Keterangan Rasm al-Bayân
Secara garis besar, kajian tentang surat Al-Nâs terdiri dari tiga bagian:
1. Penjelasan tentang al-musta'âdz bihî (Dzat tempat kita memohon perlindungan), yaitu Allâh SWT yang Al-Rabb, Al-Malik dan Al-Ilâh
2. Penjelasan tentang al-musta'âdz minhû (sesuatu yang kita meminta untuk dilindungi darinya), yaitu al-waswâs al-khannâs (syetan yang datang dan pergi), baik dari kalangan al-jinnah (jin), maupun al-nâs
(manusia) yang memiliki kemampuan membisikkan pengaruh jahatnya (al-waswâs) ke dalam dada, bukan sekedar ke telinga.
3. Pelajaran yang bisa diambil dari surat Al-Nâs, di antaranya adalah:
a. Kewajiban untuk meminta perlindungan kepada Allâh SWT.
b. Kewajiban untuk berlindung dan menjauh dari syetan yang tidak lain adalah si al-waswâs al-khannâs
c. Keharusan memperbanyak dzikr kepada Allâh SWT, baik pada pagi maupun sore hari (adzkâr al-shabâh wa al-masâ'), dan juga dzikir dalam berbagai keadaan.
d. Keharusan untuk menghadapi berbagai kekuatan jahat, baik yang nyata maupun yang tersembunyi.
e. Menjauhi berbagai sumber fitnah, baik berupa ghîbah (menggunjing), namîmah (pembicaraan untuk menciptakan permusuhan antar sesama manusia, atau mengadu domba), nifâq (kemunafikan) dan para penjaja syahawat.

Kamis, 30 Agustus 2012

Bercinta Karena Allah



KETAHUILAH bahwa bercinta karena Allah adalah bagian dari konsekuensi dan kesempurnaan cinta kepada-Nya, dan bukan yang merusak cinta tersebut. karena konsekuensi dari mencintai Kekasih adalah mencintai apa yang dicintainya dan menyenangi segala hal yang menopang pencapaian keridhaan dan kedekatan dengan-Nya. Di antaranya adalah mencintai para Nabi, orang shalih, dan berbagai amal shalih. Mencintai hal-hal di atas adalah bagian dari kesempurnaan cinta kepada Allah.
Seorang mukmin tak mungkin tidak mencintai apa yang bisa membantunya mencapai ridha Allah dan membawanya kepada cinta dan kedekatan dengan-Nya.
Jika Anda mencintai seseorang karena Allah sebenarnya Anda mencintai Allah. Tiapkali Anda membayangkannya dalam hati Anda, maka sesungguhnya Anda membayangkan apa yang dicintai Allah, lalu Anda mencintainya. Sebagaimana jika Anda mengingat Nabi saw., para Nabi dan Rasul sebelumnya, dan para sahabatnya yang shalih, lalu Anda menggambarkan mereka di hati anda, maka sebenarnya hal itu membawa hati Anda kepada cinta Allah yang dikaruniakan pada mereka manakala Anda mencintai mereka karena Allah.
Jadi, sesuatu yang dicintai karena Allah akan membawa kepada cinta Allah. Bila seorang pencinta Allah mencintai seseorang karena Allah, maka sesungguhnya Allah adalah yang dicintainya. Ia ingin membawa kekasihnya kepada Allah. Dan keduanya, baik pencinta maupun yang dicintai karena Allah, masing-masing menghela menuju Allah.