Oleh Adian Husaini
“Dan demikianlah Kami jadikan untuk setiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (QS al-An’am:11)
Prof. Hamka, dalam Tafsir al-Azhar, membuat uraian menyangkut ayat tersebut:
“Seorang Rasul diutus Allah untuk menyeru manusia menempuh Shirathal Mustaqim, jalan yang lurus. Maka segala syaitan-syaitan manusia dan jin itu menyusun pula kata-kata yang penuh tipu daya untuk membelokkan perhatian orang daripada jalan yang lurus itu. Mereka mencoba manggariskan jalan yang lain, memujikan, mempropagandakan supaya orang merasa bahwa yang mereka kemukakan itulah yang benar. Inilah tipudaya! Karena kalau sudah diselidiki kelak dengan seksama, akan ternyata bahwa rencana yang mereka kemukakan itu hanya semata-mata zukhrufal-qauli, yaitu kata-kata yang dihiasi. Zukhruf artinya perhiasan, lebih besar bungkusnya daripada isinya, reklame yang kosong penuh tipu.” (Hamka, Tafsir al-Azhar, Juzu’ VIII).
Kita ingat, bahwa setelah terusir dari surga, Iblis kemudian bertekad bulat untuk menyesatkan sebanyak-banyaknya manusia. Salah satu caranya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur`an adalah menghiasi (mengemas) kebathilan menjadi sesuatu yang indah, sehingga menarik perhatian manusia untuk mengikutinya.
“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka.” (QS. al-Hjir: 39).
Tentu, peringatan Allah SWT dalam al-Qur`an ini wajib kita camkan. Hidup di era globalisasi dan kebebasan informasi mengharuskan kita bekerja keras untuk mampu menyaring dan menilai, mana informasi yang benar dan mana informasi bikinan para setan. Sebab, betapa banyaknya orang tertipu dengan kata-kata indah tetapi salah dan menyesatkan.
Tampilkan postingan dengan label Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Allah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 November 2014
Senin, 29 Juli 2013
7 Faktor penghambat do'a tidak segera dikabulkan
Suatu kali Saad bin Abi Waqas datang menghadap kepada Rasulullah saw. Sudah lama Saad bermunajat kepada Allah, namun keinginannya itu tak kunjung dikabulkan. Dengan hati nelangsa, Saad menghadap kepada Rasulullah melaporkan kegundahan hatinya. "Ya, Rasulullah saw, aku telah berdo'a, tetapi tak kunjung dikabulkan juga," katanya, "adakah gerangan yang salah?" Rasulullah pun menjawab, "Hai Saad, hindarkanlah makanan haram. Ketahuilah, setiap perut yang diisi dengan sesuatu yang haram, sekalipun hanya sesuap nasi, maka doanya ditolak selama 40 hari."
Di lain kesempatan seorang mengadu kepada ahlul hikmah tentang permasalahan yang sama. Orang terakhir ini nampaknya hafal dengan dalil-dalil. Kepada ahlul hikmah tersebut dia berkata, "Wahai Ahlul Hikmah, kenapa do'a kami tidak kunjung dikabulkan, bukankah Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, pasti Aku kabulkan", katanya, sembari mengutip surat Al Mu'min ayat 60. Si ahli hikmah menjawab dengan rinci apa yang menjadi sumbatan doanya itu dengan berkata, "Ada 7 faktor penghambat yang selama ini kau melakukannya, yaitu:
Di lain kesempatan seorang mengadu kepada ahlul hikmah tentang permasalahan yang sama. Orang terakhir ini nampaknya hafal dengan dalil-dalil. Kepada ahlul hikmah tersebut dia berkata, "Wahai Ahlul Hikmah, kenapa do'a kami tidak kunjung dikabulkan, bukankah Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, pasti Aku kabulkan", katanya, sembari mengutip surat Al Mu'min ayat 60. Si ahli hikmah menjawab dengan rinci apa yang menjadi sumbatan doanya itu dengan berkata, "Ada 7 faktor penghambat yang selama ini kau melakukannya, yaitu:
Jumat, 12 April 2013
Bacaan Doa Sholat Dhuha Serta Keutamaannya
Sedang belajar sholat dhuha? Kurang lengkap rasanya kalau anda belajar solat duha tapi tidak belajar bacaan doa setelahnya. Pada kesempataan kali ini saya akan berbagi doa setelah sholat dhuha, bagaimana bacaannya yuk kita simak disini.
Berikut doa setelah sholat dhuha seperti yang dicontohkan Rasulullah:
اللَّهُمَّ
إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك
وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك
اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ
فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ
كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ
ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت
عِبَادَك الصَّالِحِينَ
Kamis, 28 Februari 2013
Keutamaan Do'a
1. Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)
2. Do'a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la)
3. Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharah dan berdoa. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Penjelasan:
Yakni berdoa atau mohon kepada Allah untuk hal-hal yang tidak mungkin dikabulkan karena berlebih-lebihan atau untuk sesuatu yang tidak halal (haram).
4. Do'a seorang muslim untuk kawannya yang tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad)
5. Jangan mendo'akan keburukan (mengutuk) dirimu atau anak-anakmu atau pelayan-pelayanmu (karyawan-karyawanmu) atau harta-bendamu, (karena khawatir) saat itu cocok dikabulkan segala permohonan dan terkabul pula do'amu. (Ibnu Khuzaimah)
6. Rasulullah Saw ditanya, "Pada waktu apa do'a (manusia) lebih didengar (oleh Allah)?" Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Pada tengah malam dan pada akhir tiap shalat fardhu (sebelum salam)." (Mashabih Assunnah)
7. Do'a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah). (HR. Ahmad)
Rabu, 27 Februari 2013
Selasa, 05 Februari 2013
Dahsyatnya Jihad Harta!
Untuk
mencapai cita-cita, Yahudi mendirikan lembaga dana. Tapi untuk mendukung
Palestina, kita enggan mengeluarkan harta!
Ketika Hamas memenangkan Pemilu tahun 2006 lalu di
Palestina, Amerika dan negara-negara Eropa melakukan pemboikotan besar-besaran
dana ke Palestina. Rakyat Palestina kelaparan dan pemerintah Palestina yang
dikuasai Hamas saat itu, sibuk ke sana kemari mencari dana bantuan alternatif
ke negara-negara Timur Tengah.
Di tengah-tengah kondisi ekonomi yang morat-marit itulah kemudian Amerika
mendukung salah satu faksi di Palestina untuk "mengkudeta pemerintahan
resmi Hamas". Dan terjadilah pertempuran berdarah antara Hamas dan
Fatah. Kini Fatah menguasai wilayah Tepi Barat dan Hamas menguasai
sepenuhnya Gaza. Palestina jadi terbelah.
Kamis, 31 Januari 2013
Membaca Ayat-ayat Kauniyah (QS. Adz Dzariyat 20-21)
Buah ini banyak memiliki zat-zat yang dibutuhkan tubuh manusia untuk stamina ( daya tahan tubuh ). Kurma memiliki 60 % Zat Gula, 2.5 % Zat Asam, 2.5 % Zat Minyak, 33 % Zat Garam, 1.8 – 2.0 % Protein, dll.
Susu dan Kurma adalah pasangan
yang cocok karena berfungsi mengaktifkan alat pencernaan juga meningkatkan
kinerja usus, artinya dengan makan Kurma kita bisa menghindari gangguan sakit
perut dan diare, bahkan dengan mengkonsumsi susu + kurma setiap pagi ( sahur )
bisa menambah ketenangan jiwa ( dengan terpenuhinya gizi dalam tubuh dalam
syara’ dengan istilah mendapat barokah dalam makanan ini ), mencegah pusing,
menghilangkan lemah otot, malas dan meningkatkan gairah sex.
Kurma juga
sangat baik dalam pertumbuhan otak pada Anak,
menajamkan pikiran / daya ingat sama halny dengan kismis.
Kenapa demikian? karena buah ini juga mengandung Zat Besi, Kapur, Fosfor, Belerang, Potasium,
Magnesium, Kalsium, Magan dan Tembaga. Kandungan Kalsium dan Zat Besi membantu
terbentuknya ASI bagi ibu-ibu menyusui dan Zat ini sangat bermanfaat bagi ibu
rumah tangga yang masih lemah selepas melahirkan untuk memulihkan staminanya.
Rumahku Syurgaku
Baiti Jannati, begitu Rasulullah mengilustrasikan kehidupan rumah tangga
beliau yang penuh dengan keharmonisan, kebahagiaan, ketenangan, sakinah,
mawaddah, dan rahmah. Rumah tangga yang dibangun bukan atas pondasi syahwat
terhadap kecantikan, harta, pangkat, jabatan serta pesona dunia lainnya. Tapi
sebuah keluarga yang dibangun karena ketaatan kepada Allah. Sampai akhir zaman
keluarga beliau merupakan rujukan utama bagi mereka yang mendambakan syurga
dunia.
Syurga dunia itu hanya dapat diwujudkan oleh pasangan laki-laki sholeh dan
wanita sholehah, yang memahami betul kewajiban masing-masing untuk saling
berbagi, mengokohkan kelebihan, dan menutupi segala kekurangan masing-masing.
Keikhlasan kita menerima pasangan apa adanya, baik itu fisik, intelektual,
ekonomi, keturunan, dan sebagainya, karena kita bukanlah Muhammad yang
sempurna, Yusuf yang tampan, Umar bin Khatab yang gagah perkasa, Mush’ab Bin
Umair yang serba kecukupan, Salman Al-farisi yang ahli strategi, Abdurahman Bin
‘Auf yang ahli ibadah.
Jangan juga bermimpi dan meninggikan diri, karena kita bukanlah Khadijah
yang kaya raya, Aisyah yang cendikiawan, Fatimah yang tabah dan putri seorang
pemimpin besar, Ratu Balqis yang cantik jelita, Asma binti Yazid yang kritis
dan cerdas, Hafshah binti Umar yang ahli ibadah. Kita hanyalah manusia biasa,
yang berusaha memadukan dua unsur menjadi sebuah kekuatan, yang dengannya kita
mengharapkan keridhoan dari Allah, mengikuti sunnah Rasulullah, sumber
investasi abadi, serta meneguhkan langkah.
Adab-Adab Membaca Al Qur'an
Adab-adab membaca Al Qur'an diantaranya:
Imam Al Aajuri berkata: "Aku menyukai bagi orang yang akan membaca Al Qur'an baik diwaktu siang ataupun malam, membacanya dalam keadaan suci dan bersiwak (menggosok gigi) terlebih dahulu, ini untuk mengagungkan Al Qur'an yang merupakan Kalamullah." (Ahklaq Hamalatil Qur'an : 73)
2. Bersiwak.
Hal ini didasarkan pada riwayat berikut ini, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اْلعَبْدَ إِذَا تَسَوَّكَ ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي قَامَ الْمَلَكُ خَلْفَهُ فَيَسْتَمِعَ لِقِرَاءَتِهِ فَيَدْنُو مِنْهُ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا حَتَّى يَضَعَ فَاهُ عَلَى فِيْهِ فَمَا يَخْرُجُ مِنْ فِيْهِ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ إِلاَّ صَارَ فِي جَوْفِ الْمَلَكِ فَطَهِّرُوا أَفْوَاهَكُمْ لِلْقُرْآنِ
"Sesungguhnya seorang hamba jika bersiwak kemudian bangun untuk melakukan sholat, maka malaikat akan berdiri dibelakangnya lalu mendengarkan bacaannya, dan malaikat tersebut akan mendekatinya –atau kalimat yang mirip dengannya- lalu menempelkan mulutnya ke mulut orang tersebut, sehingga tidaklah keluar dari mulut orang itu sesuatu dari (ayat) Al Qur'an melainkan akan masuk kedalam tubuh malaikat tersebut. Maka sucikanlah mulut-mulut kalian ketika akan membaca Al Qur'an." (HR Bazzar :496, lihat Majma' Zawaid 2/99 dan silsilah Ahadits Shahihah Syekh Albani 1/214/215)
3. Membaca Al Qur'an dengan menghadap qiblat.
4. Mengawali membaca al Qur'an dengan taawudz dan basmalah.
5. Membaca Al Qur'an dengan membaguskan suara sebagus mungkin.
6. Membaca Al Qur'an dengan penuh kekhusyu'an jika perlu hingga menitikkan air mata.
(lihat Kitab kaifa Natadabbarul Qur'an, Fawwaz Ahmad Zamrali : 34-40)
Minggu, 02 Desember 2012
Ikhlas dan urgensi niat dalam setiap perbuatan dan perkataan, Baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi

Penjelasan Rasmul bayan:
Ikhlas dalam niat ,hukum dan keutamaannya: 1.Hukum niat;
- Niat dalam beramal hukumnya wajib
- Ikhlas dalam niat syarat diterimanya amal
- Manusia dibangkitkan dari kuburnya pada hari kiamat dengan niatnya sewaktu di dunia
- Ikhlas dalam niat sebanding dengan pahala hijrah
- Seorang mu'min mendapatkan pahala karena niyatnya sekalipun tidak mengerjakan niatnya itu karena uzur
- Ditetapkannya pahala karena niat bukan karena amal semata
- Setiap amalan yang diniatkan untuk beribadah baginya pahala
- Allah menilai niat yang ada di dalam hati seseorang
- Yang membedakan satu amal dengan yang lainnya adalah niat
- Saat menunggu untuk melaksanakan amal salih dihitung sebagai amal saleh
- Berniat melakukan satu kebaikan ditulis satu kebaikan penuh
- Beramal dengan ikhlas menjadi sebab dimudahkannya kesulitan
Allah swt. berfirman,“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah: 5)
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah. Akan tetapi, ketakwaan kamulah yang dapat mencapainya...” (Al-Hajj: 37)
“Katakanlah, ‘Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu memperlihatkannya, pasti Allah mengetahui.’...” (Ali Imran: 29)
Sabtu, 17 November 2012
Hukum Sholat (Part 3-Finish)
PEMBAHASAN
LAIN-LAIN TENTANG SHALAT
Pertama: SHALAT BERJAMA’AH
A.
Fadhilah dan Hikmahnya
عَن عبد الله
بن عُمر رضي الله عنهما، أنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «صلاةُ الجماعة
أفضلُ من صَلاةِ الفَذِّ - أي الفَرد - بِسبعٍ وعِشرين دَرجة». متفق عليه
Dari Abdullah bin Umar ra, bahwasannya Rasulullah saw
bersabda: Shalat berjamaah itu leih utama dari shalat sendiri dengan dua puluh
tujuh derajat. Muttafaq alaiah.
- Fardhu
Ain menurut Imam Ahmad bin Hanbal, Al Uza’iy, dan Zhahiriyah. Berdasarkan
hadits imam muslim dari Abu Hurairah ra berkata:
: أتى
النبيَّ صلى الله عليه وسلم رَجلٌ أعمى؛ قال: يا رَسول الله، لَيس لي قائِدٌ
يَقودني إلى المسجد، وسأله أن يُرخِّص له، فَرخَّص له، فَلما وَلّى دَعاه فَقال: «
هل تَسمَعُ النِّداء؟ » قال: نَعم، قال: «فَأجِب
Seorang lelaki buta menemui
Rasulullah saw dan berkata: Ya Rasulallah saya tidak memiliki penuntun yang
bisa menuntunku ke masjid” ia meminta keringanan kepada Rasulullah saw, lalu
Rasulullah memberinya keringanan. Kemudian ketika orang itu kembali, Rasulullah
memanggilnya dan bertanya: “Apakah kamu masih mendengar panggilan adzan?” ia
menjawab: Ya. Sabda Nabi: Kalau begitu, maka penuhilah panggilan itu!.
Sabtu, 10 November 2012
Hukum Sholat (part 2)
11. MACAM SHALAT
Kedua : Shalat Jum’at
- Hukumnya
Shalat jum’at hukumnya fardhu
‘ain, seperti dalam firman Allah: QS Al Jum’ah: 9
Juga sabda Rasulullah saw.
« لَقد
هَمَمتُ أن آمُرَ رجلاً يصلي بالنّاس، ثم أُحرّق على رجالٍ يتخلَّفون عَن الجُمعة
بيوتَهم » رواه أحمد ومُسلم،
Sungguh aku bermaksud untuk
menyuruh seseorang shalat bersama kaum muslimin, kemudian aku membakar rumah
orang-orang yang tidak ikut melaksanakan shalat jum’at. HR Ahmad, dan Muslim
Sabda Nabi yang lain:
« لَينتهيَنَّ
أقوامٌ عن وَدعِهم الجُمُعات - أي تَركِهم - أو ليختِمَنَّ الله على قُلوبهم، ثم
لَيكونُنَّ من الغَافِلين »، رواه مسلم والنسائي وأحمد.
Kaum itu mau meninggalkan
(pekerjaannya) untuk shalat jum’at, atau Allah akan kunci mati hati mereka,
kemudian menjadi orang-orang yang lalai. HR Muslim, An Nasa’iy dan Ahmad.
Rasulullah mengancam orang yang
meninggalkannya dengan bersabda:
« مَنْ تَرك ثَلاثَ جُمعٍ تَهاوناً طَبع الله
على قَلْبه »، رواه أصحاب السنن والحاكم.
Barang siapa yang meninggalkan
tiga shalat jum’at karena meremehkannya, maka Allah akan mengunci mati hatinya.
HR Ashabussunan dan Al Hakim.
- Siapa
Yang Berkewajiban
-
Shalat wajib bagi setiap muslim yang berakal, baligh,
muqim (tidak musafir) dan mampu berjalan.
-
Shalat jum’at tidak wajib bagi wanita, anak-anak, orang
sakit yang membahayakan kalu ikut jum’atan, perawat yang tidak dapat
meninggalkan pasiennya,[1]
musafir, orang yang dalam ketakutan, orang yang terhalang hujan lebat, atau gangguan
keamanan.[2]
-
Ketika orang yang tidak berkewajiban jum’at
melaksanakannya, maka sah shalatnya dan tidak berkewajiban shalat zhuhur.
- Waktu dan Syaratnya
Selasa, 30 Oktober 2012
ILMU TAUHID
Ta’rif, ruang
lingkup, kedudukannya di antara ilmu lainnya, kewajiban mempelajarinya, Al
Qur’an adalah kitab tauhid terbesar, perhatian kaum muslimin terhadap ilmu
tauhid
Keterangan
Skema:
Ilmu
Tauhid:
- Makna ilmu tauhid : ilmu yang
membahas pengokohan keyakinan-keyakinan agama Islam dengan dalil-dalil
naqli maupun aqli yang pasti kebenarannya sehingga dapat menghilangkan
semua keraguan.
- Bidang Pembahasan ilmu tauhid : 6
rukun iman
- Kedudukannya: ilmu yang paling
mulia, karena:
- Temanya paling mulia :
Allah swt Pencipta alam semesta
- Manfaatnya paling mulia:
kebahagiaan dunia dan akhirat
- Hukum mempelajarinya:
- Agar memiliki keyakinan
tentang kebenaran Islam : fardhu ‘ain
- Lebih dari itu : fardhu
kifayah
- Al-Qur’an adalah kitab tauhid
terbesar
- Sikap ummat Islam terhadap tauhid:
- Penuh perhatian :
kemuliaan dan kepemimpinan
- Mengabaikan : kehinaan dan kekalahan
Rabu, 24 Oktober 2012
TASAWUF: Ditengah Derasnya Aliran Keagamaan
Maraknya
pemberitaan belakangan ini terkait dengan aliran kepercayaan hingga sampai pada
fatwa suatu kepercayaan dianggap sesat dan menyesatkan merupakan bagian dari
problematika persoalan umat Islam kontemporer dewasa ini. Tidak hanya yang
terjadi di kalangan umat Islam Indonesia ,
namun hampir bisa dikatakan meliputi umat Islam secara global. Walaupun
sebenarnya isu mengenai aliran kepercayaan bukan merupakan persoalan yang baru
bagi kehidupan masyarakat dalam hal ini umat Islam, bahkan ada yang
berkesimpulan dengan beragamnya metode keagamaan yang ada merupakan bagian dari
khasanah pemikiran Islam dari kehidupan umat Islam dari masa kemasa.
Namun, menjadi menarik ketika persoalan terkait hal ini muncul pada saat sekarang ini. Dimana tantangan jaman terus berubah pesat yang cenderung menyeret manusia kearah kehidupan yang hedonis, materialistis, dan logis hingga menuntut manusia untuk merespon perubahan tersebut. Beragam cara dan bentuk reaksi dalam menyikapi perubahan ini merupakan hal yang sudah dianggap wajar dan lumrah bagi manusia-manusia yang memiliki mainset terbuka, sehingga mereka mampu bersikap khusnuzhan, toleran bahkan responsif dengan mencari solusi yang paling tepat dari berbagai persoalan yang ada dengan tetap berpegang pada nilai-nilai universal yang terkandung dalam ajaran islam munaqasheed asyari’ah. Namun perubahan yang ada menjadi sesuatu yang mengerikan, menakutkan, menegangkan, bagi orang-orang yang memiliki mainset tertutup terhadap perubahan zaman yang tidak dapat dielakan ini. Hingga mengesankan anti terhadap perubahan. Belum lagi ditambah dengan fanatisme serta pemahaman keagamaan yang sempit, maka mereka pun cenderung lebih mengedepankan sikap suudzhan, antipati, emosional, yang berujung pada tindakan kekerasan, anarkisme dan permusuhan.
Namun, menjadi menarik ketika persoalan terkait hal ini muncul pada saat sekarang ini. Dimana tantangan jaman terus berubah pesat yang cenderung menyeret manusia kearah kehidupan yang hedonis, materialistis, dan logis hingga menuntut manusia untuk merespon perubahan tersebut. Beragam cara dan bentuk reaksi dalam menyikapi perubahan ini merupakan hal yang sudah dianggap wajar dan lumrah bagi manusia-manusia yang memiliki mainset terbuka, sehingga mereka mampu bersikap khusnuzhan, toleran bahkan responsif dengan mencari solusi yang paling tepat dari berbagai persoalan yang ada dengan tetap berpegang pada nilai-nilai universal yang terkandung dalam ajaran islam munaqasheed asyari’ah. Namun perubahan yang ada menjadi sesuatu yang mengerikan, menakutkan, menegangkan, bagi orang-orang yang memiliki mainset tertutup terhadap perubahan zaman yang tidak dapat dielakan ini. Hingga mengesankan anti terhadap perubahan. Belum lagi ditambah dengan fanatisme serta pemahaman keagamaan yang sempit, maka mereka pun cenderung lebih mengedepankan sikap suudzhan, antipati, emosional, yang berujung pada tindakan kekerasan, anarkisme dan permusuhan.
Hukum Shalat (part 1)
1. HUKUM, DAN KEUTAMAAN SHALAT SERTA HUKUM ORANG
YANG MENINGGALKANNYA
Shalat
adalah atau dari lima
rukun Islam. Shalat merupakan tiang agama yang tidak akan tegak tanpanya.
Shalat adalah ibadah pertama yang Allah wajibkan. Shalat adalah amal pertama
yang diperhitungkan di hari kiamat. Shalat adalah wasiat terakhir Rasulullah
saw kepada ummatnya ketika hendak meninggalkan dunia. Shalat adalah ajaran
agama yang terakhir ditinggalkan.
Allah
swt menyuruh memelihara shalat setiap saat, ketika mukim atau musafir, saat
aman atau ketakutan. Firman Allah:
Peliharalah
segala shalat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah
(dalam shalatmu) dengan khusyu`Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka
shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman,
maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada
kamu apa yang belum kamu ketahui..(QS. 238-239)
Sebagaimana
Allah telah menjelaskan cara shalat di waktu perang, yang menegaskan bahwa
shalat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi yang paling genting. Firman
Allah:
Dan apabila kamu
bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu),
jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu
adalah musuh yang nyata bagimu. Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka
(sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka
hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang
senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah
menyempurnakan seraka`at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk
menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum
bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka
bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu
lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan
sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu
mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan
siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan
bagi orang-orang kafir itu. Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu),
ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.
Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu
(sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan
waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An Nisa:101-103)
Sabtu, 13 Oktober 2012
Tafakur Tentang Udara, lautan dan kehidupan
Udara dan
Kehidupan
Tanya:
Apa pentingnya udara bagi kehidupan kita?
Jawab:
Tutuplah hidung dan mulut anda barang semenit atau dua menit, saat itulah kita
mengetahui betapa pentingnya udara bagi hidup anda, karena udara mengandung
oksigen yang anda butuhkan. Anda tahu bahwa tanpa udara semua manusia akan mati
dalam beberapa menit saja, begitu pula dengan hewan yang menghirup udara.
Renungkanlah! Mampukah anda hidup beberapa menit saja tanpa udara yang
merupakan nikmat Allah swt? Renungkanlah, sudahkah anda melaksanakan kewajiban
mensyukuri nikmat ini kepada Allah swt?
Tanya:
Adakah manfaat lain dari udara?
Jawab: Tentu
saja.
- Atmosfir udara membentuk cover yang melindungi bumi seperti tameng bagi penduduk bumi dari benda-benda angkasa (seperti meteor atau komet) yang mengarah ke bumi, berjuta-juta banyaknya setiap hari. Kepekatan udara secara sempurna mampu membakar benda-benda langit tersebut sebelum ia sampai ke permukaan bumi. Bila tidak ada lapisan udara ini, benda-benda langit itu pasti sedah membakar banyak kota, dan kampung-kampung. Lapisan ozon yang mengelilingi bumi dalam rentang beberapa mil berfungsi melindungi bumi dari radiasi sinar yang mematikan atau membahayakan makhluk di bumi.
Kamis, 04 Oktober 2012
Makna illah
Penjelasan Rasmul Bayan
1.
Aliha.
· Mereka
tenteram kepadanya (sakana ilaihi) iaitu ketika ilah tersebut diingat-ingat
olehnya, ia merasa senang dan manakala mendengar namanya disebut atau dipuji
orang ia merasa tenteram.
· Merasa
dilindungi oleh-Nya (istijaaro bihi), karena ilah tersebut dianggap memiliki
kekuatan ghaib yang mampu menolong dirinya dari kesulitan hidup.
· Merasa
selalu rindu kepadanya (assyauqu ilaihi), ada keinginan selalu bertemu
dengannya, samada berterusan atau tidak.
Ada
kegembiraan apabila bertemu dengannya.
· Merasa cinta dan cenderung kepadanya (wull’a bihi). Rasa rindu yang menguasai diri menjadikannya
mencintai ilah tersebut, walau bagaimanapun keadaannya. Ia selalu beranggapan bahawa pujaannya
memiliki kelayakan dicintai sepenuh hati.
Dalil :
· Perkataan
orang Arab : “saya merasa tenteram kepadanya”, “si fulan meminta perlindungan
kepadanya”, “si fulan merasa rindu kepadanya”, “anak itu cenderung kepada
ibunya”.
· Q.10:7-8,
manusia yang mengilahkan kehidupan dunia merasa tenteram dengan hidup dunia.
" Sesungguhnya orang-orang yang
tidak mengharapkan (Tidak percaya akan) pertemuan dengan kami, dan merasa puas
dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan
orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami,
Mereka itu tempatnya ialah
neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan."
· Q.7:138,
bani Israel
yang bodoh menghendaki adanya ilah yang dapat menenteramkan hati mereka.
"Dan kami seberangkan Bani Israil
ke seberang lautan itu[562], Maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang
tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Hai Musa. buatlah
untuk kami sebuah Tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa Tuhan
(berhala)". Musa menjawab: "Sesungguh-nya kamu Ini adalah kaum yang
tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)".
· Q.72:6, manusia memperilah jin dengan meminta perlindungan
kepadanya.
"Dan
bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta
perlindungan[1523] kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu
menambah bagi mereka dosa dan kesalahan."
· Q.36:74-75, orang-orang musyrik mengambil pertolongan
dari selain Allah padahal semuanya tidak dapat menolong kita:
"Mereka mengambil sembahan-sembahan selain
Allah, agar mereka mendapat pertolongan. Berhala-berhala itu tiada dapat menolong
mereka; padahal berhala- berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk
menjaga mereka."
Sabtu, 08 September 2012
Tafsir Surat AN NAS
NASH SURAT AL-NÂS, TERJEMAHNYA, DAN TAFSIR versi DEPAG RI
Terjemah:
Keterangan Rasm al-Bayân
Secara garis besar, kajian tentang surat Al-Nâs terdiri dari tiga bagian:
Terjemah:
1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
6. Dari (golongan) jin dan manusia.
RASM AL-BAYÂN
Keterangan Rasm al-Bayân
Secara garis besar, kajian tentang surat Al-Nâs terdiri dari tiga bagian:
1. Penjelasan tentang al-musta'âdz bihî (Dzat tempat kita memohon perlindungan), yaitu Allâh SWT yang Al-Rabb, Al-Malik dan Al-Ilâh
2. Penjelasan tentang al-musta'âdz minhû (sesuatu yang kita meminta untuk dilindungi darinya), yaitu al-waswâs al-khannâs (syetan yang datang dan pergi), baik dari kalangan al-jinnah (jin), maupun al-nâs
(manusia) yang memiliki kemampuan membisikkan pengaruh jahatnya (al-waswâs) ke dalam dada, bukan sekedar ke telinga.
3. Pelajaran yang bisa diambil dari surat Al-Nâs, di antaranya adalah:
a. Kewajiban untuk meminta perlindungan kepada Allâh SWT.
b. Kewajiban untuk berlindung dan menjauh dari syetan yang tidak lain adalah si al-waswâs al-khannâs
c. Keharusan memperbanyak dzikr kepada Allâh SWT, baik pada pagi maupun sore hari (adzkâr al-shabâh wa al-masâ'), dan juga dzikir dalam berbagai keadaan.
d. Keharusan untuk menghadapi berbagai kekuatan jahat, baik yang nyata maupun yang tersembunyi.
e. Menjauhi berbagai sumber fitnah, baik berupa ghîbah (menggunjing), namîmah (pembicaraan untuk menciptakan permusuhan antar sesama manusia, atau mengadu domba), nifâq (kemunafikan) dan para penjaja syahawat.
Kamis, 30 Agustus 2012
Bercinta Karena Allah
KETAHUILAH bahwa bercinta karena Allah adalah bagian dari
konsekuensi dan kesempurnaan cinta kepada-Nya, dan bukan yang merusak cinta
tersebut. karena konsekuensi dari mencintai Kekasih adalah mencintai apa yang
dicintainya dan menyenangi segala hal yang menopang pencapaian keridhaan dan
kedekatan dengan-Nya. Di antaranya adalah mencintai para Nabi, orang shalih,
dan berbagai amal shalih. Mencintai hal-hal di atas adalah bagian dari
kesempurnaan cinta kepada Allah.
Seorang mukmin tak mungkin tidak mencintai apa
yang bisa membantunya mencapai ridha Allah dan membawanya kepada cinta dan
kedekatan dengan-Nya.
Jika Anda mencintai seseorang karena Allah
sebenarnya Anda mencintai Allah. Tiapkali Anda membayangkannya dalam hati Anda,
maka sesungguhnya Anda membayangkan apa yang dicintai Allah, lalu Anda
mencintainya. Sebagaimana jika Anda mengingat Nabi saw., para Nabi dan Rasul
sebelumnya, dan para sahabatnya yang shalih, lalu Anda menggambarkan mereka di
hati anda, maka sebenarnya hal itu membawa hati Anda kepada cinta Allah yang
dikaruniakan pada mereka manakala Anda mencintai mereka karena Allah.
Jadi, sesuatu yang dicintai karena Allah akan
membawa kepada cinta Allah. Bila seorang pencinta Allah mencintai seseorang
karena Allah, maka sesungguhnya Allah adalah yang dicintainya. Ia ingin membawa
kekasihnya kepada Allah. Dan keduanya, baik pencinta maupun yang dicintai
karena Allah, masing-masing menghela menuju Allah.
Langganan:
Postingan (Atom)







