heroe

Senin, 11 Mei 2015

Jenis Jenis Kurma

Ada berbagai jenis macam kurma, namun kita pasti kurang mengetahuinya, di bawah ini adalah beberapa macam jenis kurma yang sering beredar di pasaran

1. Kurma Ajwa
Kurma Ajwa


Kurma ini hanya tumbuh di tanah Madinah (Saudi Arabia) dan ini merupakan kurma favorit Nabi Muhammad SAW, warna hitam, tekstur lembut, Kurma ini tidak terlalu manis namun rasanya hampir mirip dengan kismis.

2. Kurma Sekki

Kurma Sekki

Jumat, 21 November 2014

Tipu Daya Setan

Oleh Adian Husaini

“Dan demikianlah Kami jadikan untuk setiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (QS al-An’am:11)

Prof. Hamka, dalam Tafsir al-Azhar, membuat uraian menyangkut ayat tersebut:
“Seorang Rasul diutus Allah untuk menyeru manusia menempuh Shirathal Mustaqim, jalan yang lurus. Maka segala syaitan-syaitan manusia dan jin itu menyusun pula kata-kata yang penuh tipu daya untuk membelokkan perhatian orang daripada jalan yang lurus itu. Mereka mencoba manggariskan jalan yang lain, memujikan, mempropagandakan supaya orang merasa bahwa yang mereka kemukakan itulah yang benar. Inilah tipudaya! Karena kalau sudah diselidiki kelak dengan seksama, akan ternyata bahwa rencana yang mereka kemukakan itu hanya semata-mata zukhrufal-qauli, yaitu kata-kata yang dihiasi. Zukhruf artinya perhiasan, lebih besar bungkusnya daripada isinya, reklame yang kosong penuh tipu.” (Hamka, Tafsir al-Azhar, Juzu’ VIII).
Kita ingat, bahwa setelah terusir dari surga, Iblis kemudian bertekad bulat untuk menyesatkan sebanyak-banyaknya manusia. Salah satu caranya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur`an adalah menghiasi (mengemas) kebathilan menjadi sesuatu yang indah, sehingga menarik perhatian manusia untuk mengikutinya.

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka.” (QS. al-Hjir: 39).

Tentu, peringatan Allah SWT dalam al-Qur`an ini wajib kita camkan. Hidup di era globalisasi dan kebebasan informasi mengharuskan kita bekerja keras untuk mampu menyaring dan menilai, mana informasi yang benar dan mana informasi bikinan para setan. Sebab, betapa banyaknya orang tertipu dengan kata-kata indah tetapi salah dan menyesatkan.

Senin, 27 Oktober 2014

5 Cara agar Lebih Produktif di Kantor

Kamu selalu ingin melakukan yang terbaik dalam melaksanakan semua pekerjaan di kantor? Ayu motivasi terus agar kamu tidak stress dan semangat menjadi yang terbaik. Berikut adalah lima cara yang bisa kamu coba agar produktivitas kamu meningkat di kantor.

body 1.jpg

Mengubah tampilan meja kerja
Serius bukan berarti meja yang super rapih dan membosankan. Tambahkan benda-benda di atas meja yang akan membuat kamu semangat tanpa mengganggu gerak-gerik kamu. Selain tanaman, kamu bisa menempatkan papan target dengan foto keluarga, lokasi liburan favorit, dan lainnya di mejamu.

Sabtu, 04 Oktober 2014

10 Adab Ketika Buang Hajat

Siapa saja yang hendak menunaikan hajatnya, buang air besar atau air kecil, maka hendaklah ia mengikuti 10 adab berikut ini. Semoga bermanfaat.

Pertama: Menutup diri dan menjauh dari manusia ketika buang hajat.
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِى الْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى.
Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat.”[1]

Kedua: Tidak membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah.
Seperti memakai cincin yang bertuliskan nama Allah dan semacamnya. Hal ini terlarang karena kita diperintahkan untuk mengagungkan nama Allah dan ini sudah diketahui oleh setiap orang secara pasti. Allah Ta’ala berfirman,
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj: 32)
Ada sebuah riwayat dari Anas bin Malik, beliau mengatakan,
كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ وَضَعَ خَاتَمَهُ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki kamar mandi, beliau meletakkan cincinnya.”[2] Akan tetapi hadits ini adalah hadits munkar yang diingkari oleh banyak peneliti hadits. Namun memang cincin beliau betul bertuliskan “Muhammad Rasulullah”.[3]
Syaikh Abu Malik hafizhohullah mengatakan, “Jika cincin atau semacam itu dalam keadaan tertutup atau dimasukkan ke dalam saku atau tempat lainnya, maka boleh barang tersebut dimasukkan ke WC. Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, “Jika ia mau, ia boleh memasukkan barang tersebut dalam genggaman tangannya.” Sedangkan jika ia takut barang tersebut hilang karena diletakkan di luar, maka boleh masuk ke dalam kamar mandi dengan barang tersebut dengan alasan kondisi darurat.”[4]

Senin, 30 September 2013

5 trik jago nge-blog

"nge-blog biar gx go blog"

Itu adalah kata-kata diposter kampus yang dulu pernah kulihat saat ada acra pelatihan blog. Kata-kata itu masih terngiang-ngiang sampai sekarang. Karena kata-kata itu, membaca buku tentang belajar menulis, dan cerita temen tentang log, aku jadi semakin seneng nge-blog sampai sekarang.

berikut adalah hasil share saya sdikit tentang nge-blog di akun tuiter saya @h_ruswandar.


semakin sering ilmu dibagikan, kita semakin paham, orang lain jadi paham.. #mariberbagi #maringeblog salah satu tempat berbagi ilmu yang gratis dan bisa dipake kapanpun ya di blog. #maringeblog

Kamis, 22 Agustus 2013

TAYAMMUM

1. Ta’rif

Tayammum adalah menggunakan tanah yang suci, dengan cara tertentu disertai dengan niat untuk kebolehan shalat. Firman Allah:  …. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema`af lagi Maha Pengampun.QS. An Nisa: 43. Tayammum dapat menggantikan wudhu dan mandi.

2. Sebab Kebolehan Tayamum

Sebab utama diperbolehkan tayammum adalah karena ketiadaan air, seperti dalam firman Allah: … kemudian kamu tidak mendapat air (QS. An Nisa: 43) Ketiadaan air itu bisa hakiki atau hukmiy, dan masing-masing memiliki kondisi yang sangat beragam, kami ringkas berikut ini:

WUDHU

1. Ta’rif Hukum dan Keutamaannya

Wudhu adalah bersuci dengan air yang dilakukan dengan cara khusus. Kewajibannya ditetapkan dengan firman Allah: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

Dan hadits Nabi: “Allah tidak akan menerima shalat salah seorang diantaramu jika berhadats sehingga berwudhu.” HR. As Syaikhani.

Abu Hurairah ra telah merilis tentang keutamaan wudhu. Bahwasannya Rasulullah saw  bersabda: Tidakkah aku tunjukkan kepadamu tentang amal yang menghapus kesalahan dan meninggikan kedudukan? Mereka menjawab: Mau Rasulullah. Sabda Nabi: Menyempurnakan wudhu dalam kondisi yang tidak menyenangkan, memperbanyak langkah ke masjid, menunggu shalat setelah shalat, itulah ribath, itulah ribath itulah ribath[1] . HR Malik, Muslim, At Tirmidziy dan An Nasa’iy

2. Furudhul Wudhu

a. Membasuh muka, para ulama membatasinya mulai dari batas tumbuh rambut sampai bawah dagu, dari telinga ke telinga.
b. Membasuh kedua tangan sampai ke siku; yaitu pergelangan lengan
c. Mengusap kepala keseluruhannya menurut Imam Malik dan Ahmad, sebagiannya menurut Imam Abu Hanifah dan Asy Syafi’iy
d. Membasuh kedua kaki sampai ke mata kaki, sesuai dengan sabda Nabi kepada orang yang hanya mengusap kakinya: “Celaka, bagi kaki yang tidak dibasuh, ia diancam neraka”. Muttafaq alaih.

Empat rukun inilah yang tercantum dengan tekstual dalam ayat wudhu (QS. 5:6) ditambah dengan:
1. Niat menurut Imam Syafi’iy, Malik dan Ahmad sesuai dengan sabda Nabi: Sesungguhnya semua amal itu tergantung niat…”Muttafaq alaih. Dan untuk membedakan antara ibadah dari kebiasaan. Dan tidak disyaratkan melafalkan niat. Karena niat itu berada di hati
2. Tartib, berurutan: yaitu dimulai dari membasuh muka, tangan, mengusap kepala, lalu memabasuh kaki. Hal ini sunnah hukumnya menurut Abu Hanifah dan Malikiyah.

NAJIS DAN CARA MEMBERSIHKANNYA

1. Najis
Najis adalah kotoran yang wajib dibersihkan oleh setiap muslim, dengan mencuci benda yang terkena. Macamnya:
• Air kencing, dan tinja manusia, dan hewan yang tidak halal dagingnya, telah disepakati para ulama. Sedangkan kotoran hewan yang halal dimakan dagingnya maka hukumnya najis menurut madzhab Hanafi dan Syafi’iy, dan suci menurut madzhab Malikiy dan Hanbali
• Madzyi; yaitu air putih lengket yang keluar ketika seseorang sedang berfirki tentang seks dan sejenisnya.
• Wadi; yaitu air putih yang keluar setelah buang air kecil
• Darah yang mengalir. Sedangkan yang sedikit di-ma’fu. Menurut madzhab Syafi’iy darah nyamuk, kutu dan sejenisnya dima’fu jika secara umum dianggap sedikit.
• Anjing dan babi [1]
• Bangkai, kecuali mayat manusia, ikan dan belalang, dan hewan yang tidak berdarah mengalir

2. Menghilangkan najis
Jika ada najis yang mengenai badan, pakaian manusia atau lainnya, maka wajib dibersihkan, jika tidak terlihat maka wajib dibersihkan tempatnya sehingga dugaan kuat najis telah dibersihkan. Sedangkan pembersihan bejana yang pernah dijilat anjing maka wajib dibasuh dengan tujuh kali dan salah satunya dengan debu. (walagha: menjulurkan lidah ke air, atau benda cair lainnya).
Sedangkan sentuhan anjing dengan fisik manusia, maka tidak membutuhkan pembersihan melebihi cara pembersihan yang biasa[2]. Sedang najis cedikit yang tidak memungkinkan dihindari maka hukumnya dimaafkan, demikianlah hukum sedikit darah, dan muntahan. Diringankan pula hukum air kencing bayi yang belum makan makanan, maka hanya cukup dengan diperciki air.

Selasa, 20 Agustus 2013

HUKUM AIR

Macam – macam Air
Air Muthlaq, seperti air hujan, air sungai, air laut, hukumnya suci dan mensucikan
Air Musta’mal: yaitu air yang lepas dari anggota tubuh orng yang sedang berwudhu atau mandi, dan tidak mengenai benda najis, hukumnya suci seperti yang disepakati para ulama, dan tidak mensucikan menurut jumhurul ulama
Air yang bercampur benda suci seperti sabun, dan cuka selama percampuran itu sedikit tidak merubah nama air, maka hukumnya masih suci mensucikan menurut madzhab Hanafi , dan tidak mensucikan menurut imam Syafi’I dan Malik.
Air yang terkena najis, jika merubah rasa, warna atau aromanya maka hukumnya najis tidak boleh dipakai bersuci menurut ijma’. Sedang jika tidak merubah salah satu sifatnya maka mensucikan menurut imam Malik, baik air itu banyak atau sedikit; tidak mensuciakn menurut madzhab Hanafi; mensucikan menurut madzhab Syafi’iy jika telah mencapai dua kulah, yang diperkirakan sebanyak volume tempat yang berukuran 60 cm3

Su’r (sisa) yaitu air yang tersisa di tempat minum setelah diminum
· sisa anak Adam (manusia) hukumnya suci, meskipun ia seorang kafir, junub, atau haidh
· sisa kucing dan hewan yang halal dagingnya hukunya suci
· sisa keledai, dan binatang buas, juga burung hukumnya suci menurut madzhab Hanafi.
· Sedangkan sisa anjing dan babi hukumnya najis menurut seluruh ulama

Senin, 29 Juli 2013

7 Faktor penghambat do'a tidak segera dikabulkan

Suatu kali Saad bin Abi Waqas datang menghadap kepada Rasulullah saw. Sudah lama Saad bermunajat kepada Allah, namun keinginannya itu tak kunjung dikabulkan. Dengan hati nelangsa, Saad menghadap kepada Rasulullah melaporkan kegundahan hatinya. "Ya, Rasulullah saw, aku telah berdo'a, tetapi tak kunjung dikabulkan juga," katanya, "adakah gerangan yang salah?" Rasulullah pun menjawab, "Hai Saad, hindarkanlah makanan haram. Ketahuilah, setiap perut yang diisi dengan sesuatu yang haram, sekalipun hanya sesuap nasi, maka doanya ditolak selama 40 hari."

Di lain kesempatan seorang mengadu kepada ahlul hikmah tentang permasalahan yang sama. Orang terakhir ini nampaknya hafal dengan dalil-dalil. Kepada ahlul hikmah tersebut dia berkata, "Wahai Ahlul Hikmah, kenapa do'a kami tidak kunjung dikabulkan, bukankah Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, pasti Aku kabulkan", katanya, sembari mengutip surat Al Mu'min ayat 60. Si ahli hikmah menjawab dengan rinci apa yang menjadi sumbatan doanya itu dengan berkata, "Ada 7 faktor penghambat yang selama ini kau melakukannya, yaitu:

Selasa, 11 Juni 2013

Rahasia Sukses

Saudaraku rahasia kesuksesan dengan 7B kalau dipakai Insya Allah sukses diri akan pula berperan menyukseskan orang lain, manfaat dunia, manfaat akherat Kalau tahapan ini dilakukan dengan baik Insya Allah kita akan bangkit ! lingkungan bangkit ! Indonesia akan bangkit !

1. Beribadah dengan benar.

Jika hidup tanpa ibadah yang benar ibarat hidup tanpa pondasi, bangunan tanpa pondasi akan roboh Dengan beribadah dengan benar Insya Allah akan membuat kita semakin tawadhu dan kokoh kepada Allah

2. Berakhlak Baik.

Ibadah bagus siang malam, tapi selesai sholat mulut kotor, tidak jujur, apalah artinya ibadah ,kalau tidak dibarengi akhlak baik.

Jumat, 12 April 2013

Bacaan Doa Sholat Dhuha Serta Keutamaannya

Doa Sholat Dhuha


Sedang belajar sholat dhuha? Kurang lengkap rasanya kalau anda belajar solat duha tapi tidak belajar bacaan doa setelahnya. Pada kesempataan kali ini saya akan berbagi doa setelah sholat dhuha, bagaimana bacaannya yuk kita simak disini.

Berikut doa setelah sholat dhuha seperti yang dicontohkan Rasulullah:
اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ

Kamis, 21 Maret 2013

MA’RIFATUR RASUL


Pendahuluan


Mengenal Rasul adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk mengamalkan Islam secara sempurna. Tanpa Rasul maka kita tidak dapat melaksanakan Islam dengan baik. Kehadiran Rasul memberikan panduan dan bimbingan kepada kita bagaimana cara mengamalkan Islam. Dengan demikian Rasul adalah penting bagi muslim sebagai metod atau tariqali untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mengenal Rasul tidak sahaja dalam bentuk fisikal atau penampilannya tetapi segala aspek syar’i berupa sunnah yang didedahkan Nabi kepada kita samada tingkah laku, perkataan ataupun sikap. Pengenalan kepada Rasul dapat dilihat melalui sirah nabi yang menggambarkan kehidupan Nabi serta latar belakangnya seperti nasab. Kemudian melalui sunnah dan dakwah Nabi pun dapat memberikan penjelasan siapa Nabi sebenarnya.

Paket Ma’rifatur Rasul ini membincangkan bagaimana mengenal Rasul, apa sahaja yang perlu dikenal dari Rasul dan bagaimana pula kita mengamalkan Islam melalui petunjuk Rasul. Yang penting dari paket ini adalah kita mengetahui, memahami dan dapat mengamalkan Sunnah Nabi dan menjalankan Ibadah dengan baik.

Senin, 04 Maret 2013

Tidak Boleh Mencela Orang Tua Dengan Mencela Orang tua orang


Nash hadits dan penjelasannya :
عن عبد الله بن عمرو بن العاص ـ رضي الله عنهما ـ قال : قال رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ : " إن من أكبر الكبائر أن يلعن الرجل والديه . قيل : يا رسول الله ، وكيف يلعن الرجل والديه ؟ قال : يسب الرجل أبا الرجل ، فيسب أباه ، ويسب أمه ، فيسب أمه " . رواه البخار ، ومسلم ، وأبو داود ، والترمذي .

Dari Abdullah bin amr bin ash,ra.berkata : Rasullah saw bersabda : sesungguhnya diantara dosa-dosa besar adalah melaknat seseorang kepada kepada kedua orang tuanya.ditanya rasulullah : ya rasulullah saw,bagaimana seseorang melaknat kedua orang tuanya ? rasulullah saw menjawab :mencaci maki seseorang kepada bapaknya orang lain,maka orang lain itu mencaci maki kepada bapaknya orang itu,dia mencaci maki kepada ibunya orang lain,maka orang lain itu mencaci maki kepada ibunya.(HR. Bukhori, Muslim, Abu daud dan Tirmidzi).

Kamis, 28 Februari 2013

Keutamaan Do'a


1. Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)


2. Do'a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la)

3. Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharah dan berdoa. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Penjelasan:
Yakni berdoa atau mohon kepada Allah untuk hal-hal yang tidak mungkin dikabulkan karena berlebih-lebihan atau untuk sesuatu yang tidak halal (haram).

4. Do'a seorang muslim untuk kawannya yang tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad)

5. Jangan mendo'akan keburukan (mengutuk) dirimu atau anak-anakmu atau pelayan-pelayanmu (karyawan-karyawanmu) atau harta-bendamu, (karena khawatir) saat itu cocok dikabulkan segala permohonan dan terkabul pula do'amu. (Ibnu Khuzaimah)

6. Rasulullah Saw ditanya, "Pada waktu apa do'a (manusia) lebih didengar (oleh Allah)?" Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Pada tengah malam dan pada akhir tiap shalat fardhu (sebelum salam)." (Mashabih Assunnah)

7. Do'a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah). (HR. Ahmad)

Jumat, 22 Februari 2013

CEROBOH ATAU KURANG PERHITUNGAN (LALAI)



Kisah kawan yang baru pulang dari Timur Tengah, dengan penuh keceriaan dan bangga memperlihatkan oleh-oleh yang katanya barang elektronik langka dan tidak ada di Indonesia. Sudah sangat terbayang dibenaknya selama perjalanan untuk mempergunakan alat canggih dan mahal ini, maka sesampainya di rumah sebelum melakukan apapun segera saja dibuka bungkusnya untuk dioperasikan secepatnya. Dengan diiringi uraian panjang lebar tentang keutamaan alat ini maka segeralah kabel listriknya dipasang. Tunggu punya tunggu kenapa tidak jalan seperti semestinya, bahkan beberapa saat kemudian tercium bau khusus, ya bau khusus kabel terbakar dan benar saja asap pun segera menghiasi alat baru tersebut. Walhasil selain kaget, sedih, kecewa. Tentu saja sangat rugi uang, waktu, dan tenaga mengangkut dari jauh ribuan kilo meter, hanya dalam bilangan detik saja menjadi sampah tak berguna karena kecerobohan lupa merubah voltase listriknya. 
Kisah kawan yang baru pulang dari Timur Tengah, dengan penuh keceriaan dan bangga memperlihatkan oleh-oleh yang katanya barang elektronik langka dan tidak ada di Indonesia. Sudah sangat terbayang dibenaknya selama perjalanan untuk mempergunakan alat canggih dan mahal ini, maka sesampainya di rumah sebelum melakukan apapun segera saja dibuka bungkusnya untuk dioperasikan secepatnya. Dengan diiringi uraian panjang lebar tentang keutamaan alat ini maka segeralah kabel listriknya dipasang. Tunggu punya tunggu kenapa tidak jalan seperti semestinya, bahkan beberapa saat kemudian tercium bau khusus, ya bau khusus kabel terbakar dan benar saja asap pun segera menghiasi alat baru tersebut. Walhasil selain kaget, sedih, kecewa. Tentu saja sangat rugi uang, waktu, dan tenaga mengangkut dari jauh ribuan kilo meter, hanya dalam bilangan detik saja menjadi sampah tak berguna karena kecerobohan lupa merubah voltase listriknya.

Jumat, 08 Februari 2013

Lisanpun Bisa Berbisa


Pepatah terkenal mengatakan, “Mulutmu adalah harimaumu.” Gara-gara perkataan keluar tanpa difikirkan, justru mengakibatkan kerugian. Kasus ini bisa kita contoh pada kerusuhan di Batam baru-baru ini. Kerusuhan yang melibatkan ribuan buruh PT Drydocks World Graha beberapa waktu lalu, ditengari akibat ucapan bernada rasis oleh seorang pekerja asing asal India.


Ketajaman lidah melebihi mata pedang. Banyak orang celaka karena tidak dapat menjaga lidahnya. Namun tak sedikit pula orang yang mulia, dihormati, disegani dan dipercaya karena lidahnya. Golongan ini karena mampu mencegah dan mengatasi bahaya yang ditimbulkan oleh lisannya.

Sudah telah banyak dicontohkan di hadapan kita semua. Betapa banyak bencana atau musibah yang  ditimbulkan akibat lisan seseorang. Seseorang bisa melakukan pembunuhan hanya karena sebuah kata-kata yang dinilai menghina.  

Selasa, 05 Februari 2013

Dahsyatnya Jihad Harta!


Untuk mencapai cita-cita, Yahudi mendirikan lembaga dana. Tapi untuk mendukung Palestina, kita enggan mengeluarkan harta!

Ketika Hamas memenangkan Pemilu tahun 2006 lalu di Palestina, Amerika dan negara-negara Eropa melakukan pemboikotan besar-besaran dana ke Palestina. Rakyat Palestina kelaparan dan pemerintah Palestina yang dikuasai Hamas saat itu, sibuk ke sana kemari mencari dana bantuan alternatif ke negara-negara Timur Tengah.

Di tengah-tengah kondisi ekonomi yang morat-marit itulah kemudian Amerika mendukung salah satu faksi di Palestina untuk "mengkudeta pemerintahan resmi Hamas".  Dan terjadilah pertempuran berdarah antara Hamas dan Fatah.  Kini Fatah menguasai wilayah Tepi Barat dan Hamas menguasai sepenuhnya Gaza.  Palestina jadi terbelah.

Senin, 04 Februari 2013

Tipu Daya Setan


“Dan demikianlah Kami jadikan untuk setiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (QS al-An’am:11)
Prof. Hamka, dalam Tafsir al-Azhar, membuat uraian menyangkut ayat tersebut:
“Seorang Rasul diutus Allah untuk menyeru manusia menempuh Shirathal Mustaqim, jalan yang lurus. Maka segala syaitan-syaitan manusia dan jin itu menyusun pula kata-kata yang penuh tipu daya untuk membelokkan perhatian orang daripada jalan yang lurus itu. Mereka mencoba manggariskan jalan yang lain, memujikan, mempropagandakan supaya orang merasa bahwa yang mereka kemukakan itulah yang benar. Inilah tipudaya! Karena kalau sudah diselidiki kelak dengan seksama, akan ternyata bahwa rencana yang mereka kemukakan itu hanya semata-mata zukhrufal-qauli, yaitu kata-kata yang dihiasi. Zukhruf artinya perhiasan, lebih besar bungkusnya daripada isinya, reklame yang kosong penuh tipu.” (Hamka, Tafsir al-Azhar, Juzu’ VIII).